JURIKOM (Jurnal Riset Komputer), Vol. 8 No. 6, Desember 2021 e-ISSN 2715-7393 (Media Online), p-ISSN 2407-389X (Media Cetak) DOI 10.30865/jurikom.v8i6.3628 Hal 231−236 http://ejurnal.stmik-budidarma.ac.id/index.php/jurikom |Page 231 Rancang Bangun Prototipe Sistem Monitoring Suhu dan Kelembaban Gudang Berbasis Scada Edhy Susanto, Tukadi * , Wahyu S Pambudi Teknik Elektro, Fakultas Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya, Surabaya, Indonesia Email: 1 edhysusanto1610@gmail.com, 2,* tukadi@itats.ac.id, 3 wahyusp@itats.ac.id Email Penulis Korespondensi: tukadi@itats.ac.id Submitted 21-09-2021; Accepted 20-12-2021; Published 30-12-2021 Abstrak Gudang sebagai tempat menyimpan barang dibutukan perameter yang berhubungan dengan Kelembaban dan suhu. Supaya padi tahan lama dalam Gudang maka perlu pengontrolan dan monitoring kondisi tersebut untuk menekan tingkat kerusakan beras. Namun pengontrolan dan pengawasan harus dilakukan terus menerus yang berakibat pada tinggkat efisiensi terhadap biaya dan waktu. Bebrapa teknik pengontrolan bisa dilakukan dengan manual oleh operator dengan melihat langsung dan mengontrol denganmemetikan dan menghidupkan mesin pemanas atau pendingin untuk mengkondisikan ruangan dengan seting. Pada penelitian ini dilakukan pengimplementasian SCADA dengan membuat Prototipe sistem monitoring suhu dan kelembaban sebuah gudang mengguanakan sensor AHT10. Data suhu dan kelembaban bisa di simpan dalam komputer digunakan sebagai acuan untuk control dan Analisa ketahanan beras dalam Gudang. Sebagai acuan beras yang disimpan adalah beras Bulog yang disimpan pada sebuah gudang dengan persyaratan suhu tidak dibawah 28 C dan kelembaban tidak melebihi dari 55% berdasarkan acuan dari penelitian sebelumnya. Sistem dilengkapi dengan kontrol PID kipas untuk menurunkan kelembaban dan menaikan suhu sesuai target yang ditentukan. Dengan menggunakan penalaan dengan metode ziegler-nichols didapatkan nilai Kp 14.88 Ki 0.2976 Kd 186 pada kontrol suhu dan nilai Kp 16.56 Ki 0.3312 Kd 207, dan juga didapatkan error rate pada pembacaan suhu 0,10096% dan kelembaban sebesar 0,138%. Kata Kunci: Gudang Padi; Scada; PID; Ziegler-Nichols Abstract A warehouse to store goods requires parameters related to humidity and temperature. For rice to be durable in the warehouse, it is necessary to control and monitor these conditions to reduce the level of damage to rice. However, control and supervision must be carried out continuously, which results in a group of efficiency in terms of cost and time. The operator can do some control techniques by looking directly at and controlling by turning the heating or cooling machine on and off to condition the room with the settings. In this study, the implementation of SCADA was carried out by making a prototype of a temperature and humidity monitoring system in a warehouse using the AHT10 sensor. Temperature and humidity data can be stored in a computer used as a reference for controlling and analysing rice resistance in warehouses. As a reference, the stored rice is Bulog rice stored in a warehouse with temperature requirements not below 28 C and humidity not exceeding 55% based on references from previous studies. The system is equipped with fan PID control to lower the humidity and raise the temperature according to a set target. Using tuning with the Ziegler-Nichols method, the value of Kp 14.88 Ki 0.2976 Kd 186 is obtained at the temperature control, and the importance of Kp is 16.56 Ki 0.3312 Kd 207, and the error rate at temperature readings is 0.10096%, and humidity is 0.138%. Keywords: Rice Warehouse; Scada; PID; Ziegler-Nichols 1. PENDAHULUAN Padi merupakan komoditas yang memegang peranan penting di Indonesia. Dari Padi dihasilkanlah beras yang menjadi makanan pokok yang sangat sulit digantikan oleh makanan pokok lainnya seperti jagung umbi dan sagu. Salah satu masalah yang dialami dalam penyediaan makanan pokok ini adalah penyediaan benih yang bermutu dan juga tempat penyimpanan benih yang menjadi faktor menurunnya kualitas benih dan membuat penurunan kualitas beras yang dihasilkan. Setelah produk menjadi beras juga masih harus dijaga kadar air yang ada didalamnya dan disimpan ditempat kering dengan suhu ruangan untuk menjaga kualitas produk sampai ke tangan konsumen. Umumnya benih padi yang akan disimpan dalam waktu lama akan diturunkan kadar airnya hingga dibawah 10%, setelah itu disimpan disebuah tempat sekering mungkin dengan suhu ruangan, berdasarkan penelitian sebelumnya benih padi yang disimpan di tempat dengan suhu 28-29°C dengan kelembaban 45-50% selama 15 hari berpengaruh terhadap naiknya kadar air didalam benih sebesar 1% selama penyimpanan [1]. Berdasarkan statistik dari Ombudmas RI per maret 2021 Bulog memiliki stok beras mencapai 883.585 ton dengan rincian 859.877 ton adalah (CBP) Cadangan Beras Pemerintah dan 23.708 ton beras komersial. dan dari pengamangatan ombudmas beras tersebut memiliki potensi penurunan mutu sekitar 400 ribu ton dikarenakan kualitas gudang yang kurang layak dan tidak telalu diperhatikan untuk likungan penyumpanan beras didalam gudang [1][2]. Gudang secara definisi merupakan sebuah tempat yang digunakan untuk memimpan berbagai macam barang mulai dari bahan baku yang siap akan diproses menjadi produk jadi maupun barang jadi yang sudah siap dipasarkan dan dalam proses pemantauan gudang sampai saat ini dirasa kurang efektif dikarenakan jarak antar gudang yang tidak dekat dan dibuat renggang dengan fungsi pengaman jika terjadi sesuatu terhadap satu gudang tidak langsung cepat merambat ke gudang lain. Dalam pemantauan gudang setidaknya dibutuhkan 1 orang untuk berjaga disetiap gudang dan hal tersebut sebenarnya bisa dibuat lebih efektif dengan cara membuat sebuah ruang monitoring terpusat yang dapat memantau setiap gudang produksi dan juga dapat memantau suhu dan kelembaban ruangan di setiap gudang untuk menjaga kualitas produk yang disimpan dalam gudang [3].