98 MODEL PEMBELAJARAN SEJARAH BERBASIS NILAI-NILAI TRADISI SINGO ULUNG UNTUK MENINGKATKAN SIKAP GOTONG ROYONG PESERTA DIDIK SMAN GRUJUGAN KABUPATEN BONDOWOSO Jefri Rieski Triyanto, Akhmad Arif Musadad, Hermanu Joebagio Magister Pendidikan Sejarah Progam PASCASARJANA UNS jefri_rieski@yahoo.com ABSTRAK Penelitian ini diharapkan mampu menumbuhkan dan meningkatkan sikap gotong royong peserta didik dengan meneladani nilai-nilai gotong royong dalam tradisi Singo Ulung. Desain pengembangan model pembelajaran sejarah berbasis nilai-nilai tradisi Singo Ulung disusun berdasarkan prosedur ADDIE. Analisis data kelayakan model menggunakan skala Likert dengan rentang 1 sampai 5, sedangkan uji efektivitas model menggunakan uji T Independent Sample T Test. Pada Uji T untuk tes prestasi diperoleh nilai sebesar 2,637 dengan taraf signifikansi 0,012 < 0,025, artinya terdapat pengaruh yang signifikan terhadap model yang dikembangkan serta menunjukkan bahwa rerata kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol. Uji T untuk penilaian sikap gotong royong diperoleh nilai sebesar 2,649 dengan taraf signifikansi 0,011 < 0,025, sehingga dapat disimpulkan rerata kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol. Dengan demikian, model pembelajaran sejarah berbasis nilai-nilai tradisi Singo Ulung efektif untuk meningkatkan prestasi dan sikap gotong royong peserta didik. Kata Kunci : nilai tradisi lokal, pengembangan model, gotong royong ABSTRAK This research is expected to be able to foster and enhance the mutual cooperation attitude of students by imitating the values of mutual cooperation in the Singo Ulung tradition. The design development of the Singo Ulung tradition-based historical learning model is based on the ADDIE procedure Feasibility data analysis model using a Likert scale with a range of 1 to 5, while the model effectiveness test using the Independent Sample T Test T test on SPSS 19. In the T Test for achievement tests obtained a value of 2.637 with a significance level of 0.012 <0.025, meaning that there is a significant to the model developed and shows that the mean of the experimental class is better than the control class. The T test for the assessment of mutual cooperation attained a value of 2.649 with a significance level of 0.011 <0.025, so it can be concluded that the average of the experimental class is better than the control class. Thus, the historical learning model based on Singo Ulung traditional values is effective to improve student achievement and mutual cooperation. Keywords: value local traditions, model development, mutual cooperation PENDAHULUAN Setiap lokalitas tertentu memiliki perbedaan nilai-nilai kearifan lokal sesuai dengan tradisinya masing- masing. Nilai-nilai tradisi lokal tersebut terus tumbuh dan berkembang ke generasi selanjutnya dengan asumsi bahwa terdapat nilai-nilai kearifan, ajaran moral, serta nilai religius yang