PENGEMBANGAN SISTEM PENENTUAN UNIT KERJA KARYAWAN PADA PT. ANEKA MODE INDONESIA BERDASARKAN PSIKOTEST MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING Dendy Hutama Putra 1 , Dwi Puspitasari 2 , Faisal Rahutomo 3 1,2,3 Program Studi Teknik Informatika, Jurusan Teknologi Informasi, Politeknik Negeri Malang 1 dendyhutama94@gmail.com, 2 dwi_puspitasari@polinema.ac.id, 3 faisal_rahutomo@polinema.ac.id Abstrak Pada PT. Aneka Mode Indonesia, terdapat 7 (tujuh) unit kerja diantaranya Accounting, Legal dan Personalia, Produksi, Teknologi Informasi, Logistik atau Gudang, Pembelian, dan Penjualan dimana masing-masing unit kerja tersebut membutuhkan kualifikasi dan kriteria yang berbeda-beda. Untuk mengetahui penentuan unit kerja tersebut, pihak perusahaan melakukan psikotes yang dilakukan secara 4 tahapan, yaitu Tes Kepribadian DISC dimana tes tersebut digunakan untuk mengetahui kepribadian calon karyawan. Kedua, Tes Army Alpha Intelligence yang digunakan untuk mengetahui seberapa tinggi seseorang dapat menangkap informasi secara lisan. Ketiga, Tes Army Beta Examination yang digunakan untuk mengetahui tingkat ketelitian kerja, kecepatan kerja dan proses belajar. Keempat, Tes Teknis Pasti yang digunakan untuk mengetahui kemampuan berhitung. Kemudian dari hasil psikotes mereka dapat diberikan rekomendasi unit kerja yang cocok dengan tipe kepribadian mereka. Sistem yang dikembangkan menggunakan metode Forward Chaining karena sistem akan memberikan rekomendasi unit kerja bagi para calon karyawan berdasarkan fakta-fakta hasil psikotes. Untuk mengetahui tingkat akurasi pada sistem yang dibangun, maka dilakukan pengujian dengan data uji coba hasil analisa pakar yang dibandingkan dengan hasil uji coba sistem. Berdasarkan hasil uji coba sistem, dari 12 sampel yang diuji didapatkan nilai akurasi sebesar 91.67 %. Kata kunci : Unit Kerja, Psikotes, Metode Forward Chaining 1. Pendahuluan PT. Aneka Mode Indonesia merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang garment atau pakaian jadi dengan produk pakaian bayi hingga dewasa. Pada PT. Aneka Mode Indonesia, terdapat 7 (tujuh) unit kerja diantaranya Accounting, Legal dan Personalia, Produksi, Teknologi Informasi, Logistik atau Gudang, Pembelian, dan Penjualan dimana masing-masing unit kerja tersebut membutuhkan kualifikasi dan kriteria yang berbeda- beda. Untuk mengetahui penentuan unit kerja tersebut, pihak perusahaan melakukan psikotes yang dilakukan secara 4 tahapan, yaitu Tes Kepribadian DISC dimana tes tersebut digunakan untuk mengetahui kepribadian calon karyawan. Kedua, Tes Army Alpha Intelligence yang digunakan untuk mengetahui seberapa tinggi seseorang dapat menangkap informasi secara lisan. Ketiga, Tes Army Beta Examination yang digunakan untuk mengetahui tingkat ketelitian kerja, kecepatan kerja dan proses belajar. Keempat, Tes Teknis Pasti yang digunakan untuk mengetahui kemampuan berhitung Dalam membangun sistem tersebut, terdapat beberapa metode yang dapat digunakan seperti Backward Chaining dan Forward Chaining. Metode Backward Chaining adalah pelacakan ke belakang yang memulai penalaran dari sebuah kesimpulan (goal) dengan mencari sekumpulan hipotesa- hipotesa yang mendukung menuju fakta-fakta yang mendukung sekumpulan hipotesa-hipotesa tersebut. Sedangkan metode Forward Chaining adalah pelacakan ke depan yang memulai dari sekumpulan fakta-fakta dengan mencari kaidah yang cocok dengan hipotesa yang ada menuju kesimpulan (goal). Pada penelitian ini, metode yang digunakan adalah Forward Chaining karena sistem ini memberikan rekomendasi unit kerja yang cocok dengan hasil psikotes kepada pihak perusahaan berdasarkan jawaban-jawaban dari calon pelamar. 2. Landasan Teori 2.1 Sistem Pakar Sistem Pakar adalah aplikasi berbasis komputer yang digunakan untuk menyelesaikan masalah sebagaimana yang dipikirkan oleh pakar. Pakar yang dimaksud disini adalah orang yang