Communnity Development Journal Vol.1, No. 3 November 2020, Hal.481-488 P-ISSN 2721-4990 | E-ISSN 2721-5008 481 PKMS CABE MERAH UNGGUL DI JORONG JOPANG NAGARI JOPANG MANGANTI KECAMATAN MUNGKA KABUPATEN LIMA PULUH KOTA SUMATERA BARAT Helti Andraini 1 , Dara Surtina 2 , Harissatria 3 , Renfiyeni 4 , Friza Elinda 5 , John Hendri 6 , Mahmud 7 , Mardianto 8 1,4,5) Jurusan Agroteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Mahaputra Muhammad Yamin 2,3,6) Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian Universitas Mahaputra Muhammad Yamin 7,8) Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian Universitas Mahaputra Muhammad Yamin email: heltiandraini@gmail.com Abstrak Usaha tani cabai merah yang ada pada kelompok tani Gonjong Merah yang berada di Nagari Jopang manganti Kecamatan Mungka merupakan kelompok tani cabe merah keriting semenjak tahun 2012. Permasalahan yang ada pada kelompok tani mira adalah 1. Kurangnya sosialisasi dan pelatihan dan edukasi yang didapat dari instansi terkait tentang sistem budidaya cabai merah. 2. Petani cabai merah tidak pernah mengukur pH dari tanah saat penanaman. Setiap petani terus menanan cabai merah di lahan secara berulang-ulang tanpa mempertimbangkan kondisi tingkat keasaman dari tanah. 3. Tidak pernah menerapakan teknologi mulsa plastik. 4. Petani mitra ini tidak tahu bagaimana teknik dan cara pemupukan yang baik pada tanaman cabai. 5. Permasalahan lain yang dirasakan oleh mitra ini adalah sulitnya mendapatkan bibit cabai merah yang baik dan unggul. Metode kegiatan adalah dalam bentuk pelatihan dan pembinaan yang dilakukan selama delapan bulan. Hasil dari kegiatan adalah menyediakan bibit unggul cabe merah keriting varitas kencana, obat-obatan, fungisida, desinfektam, perbaikan pemupukan, mulsa plastik dan pH meter. Kata Kunci : Cabai Merah, Bibit Unggul, Kompos Abstract The red chili farming in the Gonjong Merah farmer group in Nagari Jopang manganti, Mungka District has been a curly red chili farmer group since 2012. The problems that exist in the mira farmer group are 1. Lack of socialization and training and education obtained from related agencies regarding red chili cultivation system. 2. Red chilli farmers never measure the pH of the soil during planting. Each farmer continues to plant red chilies in the land repeatedly without considering the acidity level of the soil. 3. Never applied plastic mulch technology. 4. These partner farmers do not know how to properly fertilize chili plants. 5. Another problem felt by these partners was the difficulty of getting good and superior red chili seeds. The method of activity is in the form of training and coaching which is carried out for eight months. The result of the activity is to provide superior seeds of red chilli with golden varieties, medicines, fungicides, disinfectants, improved fertilization, plastic mulch and pH meters. Keywords: Red Chilies, Superior Seeds, Compost PENDAHULUAN Cabai merah (Capsicum Annuum L.) merupakan tanaman hortikultura yang banyak dimanfaatkan untuk kebutuhan pangan. Menurut Rukmana dan Oesman (2006), pemanfaatannya dalam industri menjadikan cabai sebagai komoditas bernilai ekonomi tinggi. Kebutuhan akan cabai merah, masih dapat ditingkatkan dengan pesat sejalan dengan kenaikan pendapatan dan atau jumlah penduduk sebagaimana terlihat dari trend permintaan yang cenderung meningkat yaitu tahun 1992 mencapai sebesar 3,16 kg/kapita, pada tahun 2002 mencapai 4,19kg/kg/kapita (Santika, 2002 dan Soetrisno 2010). Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi tanaman cabai dengan cara mengolah lahan secara tepat agar kesuburan tanah tetap terjaga (Dermawaan, 2010). Pemupukan merupakan salah satu tindakan pemeliharaan tanaman yang utama untuk mendapatkan pertumbuhan yang optimal. Dalam rangka memacu produksi tanaman cabai merah ada beberapa faktor yang dapat dilakukan disamping