Tahun 2022 [JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM), P-ISSN: 2615- 0921 E-ISSN: 2622-6030 VOLUME 5 NOMOR 11 NOVEMBER 2022] HAL 4076-4086 4076 PROGRAM PELATIHAN BANTUAN HIDUP DASAR (BHD) UNTUK REMAJA SISWA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 34 JAKARTA Septa Meriana Lumbantoruan 1* , Lisandra Maria G. B. Sidabutar 1 , Deby Kristiani Uligraff 1 1 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tarumanagara Email Korespondensi: septameriana@gmail.com Dikirim: 12 Agustus 2022 Diterima: 03 September 2022 Diterbitkan: 01 November 2022 DOI: https://doi.org/10.33024/jkpm.v5i11.7488 ABSTRAK Kejadian henti nafas dan henti jantung di komunitas erat hubungannya dengan epidemiologi penyakit jantung. Prevalensi penyakit jantung di Indonesia adalah 15 dari 1000 orang dari data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2019 yang meningkatkan risiko kejadian henti jantung dan henti nafas yang dapat terjadi pada tempat-tempat yang tidak dapat diprediksi. Remaja sebagai anggota keluarga dan komunitas masyarakat harus memiliki kemampuan dasar dalam memberikan bantuan hidup dasar (BHD) pada yang membutuhkan agar dapat mengurangi komplikasi kematian akibat penyakit jantung. Tujuan kegiatan pelatihan BHD yang dilakukan di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 34 Jakarta adalah (1) memberikan edukasi kesehatan mengenai penyakit jantung kepada remaja, (2) mengedukasi peran remaja di kehidupan sehari-hari untuk mengurangi resiko penyakit jantung dari dini, dan (3) memberikan pelatihan bantuan hidup dasar kepada remaja. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) dilakukan dalam bentuk pelatihan BHD di SMAN 34 Jakarta. Kegiatan dimulai dengan sesi pemberian edukasi kesehatan dan dilanjutkan dengan demonstrasi cara memberikan BHD. Pelatihan BHD ini bermanfaat bagi komunitas, khususnya remaja. Tingkat pengetahuan peserta meningkat signifikan dengan membandingkan hasil pre-test dengan post-test (p<.000). Selain itu, peserta mampu memberikan BHD dengan baik setelah pelatihan diberikan. Edukasi mengenai penyakit jantung dan pelatihan BHD pada remaja adalah hal yang penting untuk mencegah penyakit jantung dan komplikasinya. Kata kunci: bantuan hidup dasar, remaja, kardiovaskuler ABSTRACT Cardiac arrest in the community is related to the prevalence of heart disease. The prevalence of heart disease in Indonesia is 15 out of 1000 people from Kementerian Kesehatan Republik Indonesia in 2019 which elevates the risk of cardiac arrest in unpredictable places. Adolescents as a member of family and community must be capable of performing basic life support (BLS) to reduce the mortality as result of heart disease. The purposes of this community service were to (1) deliver health education about heart disease to adolescents, (2) educate the adolescents about how to reduce the risk of heart disease, and (3) train the adolescents to perform basic life support. The community service of BLS training was conducted in senior high school (SMAN) 34 Jakarta. The trainer delivered theoretical knowledge about basic life support. After this session, the