23 Jurnal ELKHA Vol. 9, No 1, Maret 2017 Analisis Pengaruh Peralatan Laboratorium Terhadap Kualitas Daya Pada Laboratorium Elektroteknika Dasar Jamhir Islami Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP) Ahli Muda Laboratorium Elektroteknika Dasar Fakakultas Teknik Untan email : anonk_21@yahoo.com AbstractMeningkatnya penggunaan beban non-linier pada pada laboratorium dapat menyebabkan munculnya harmonisa yang dapat mengganggu sistem distribusi energi listrik. Dengan melakukan pengukuran secara langsung menggunakan Fluke 43B Power Quality Analyzer pada beberapa peralatan laboratorium, maka dapat diketahui bahwa harmonisa dapat memperburuk kualitas daya yang dapat meningkatkan rugi-rugi pada sistem distribusi energi listrik, sehingga terjadinya pemborosan energi. Dalam penelitian ini pengukuran dilakukan pada beberapa jenis peralatan laboratorium seperti osiloskop, komputer, catu daya DC, dan sebagainya. Setelah diteliti, maka beban lampu hemat energi (LHE) dan komputer (PC) merupakan beban listrik dengan kandungan harmonisa tertinggi yaitu sebesar 81,1 % dan 72,2 %. Dengan memperkecil nilai kandungan arus harmonisa yang disebabkan oleh beban non-linier maka akan menyebabkan nilai THDi menjadi lebih kecil sehingga rugi-rugi pemakaian energi listrik dapat dihindari. Keywords- harmonisa, THDi, rugi-rugi 1. Pendahuluan Meningkatnya pertumbuhan ekonomi seiring dengan semakin banyaknya peralatan-peralatan elektronik yang dimiliki oleh suatu instansi swasta maupun milik pemerintah dalam melakukan kegiatan sehari-hari seperti komputer, printer, motor-listrik, catu daya, maupun lampu-lampu penerangan. Peralatan laboratorium merupakan jenis beban non- linier yang dapat menyebabkan munculnya harmonisa yang dapat mengganggu sistem distribusi listrik. Adanya harmonisa ini menyebabkan gelombang arus dan tegangan menjadi cacat dan tidak sinusoidal lagi sehingga akan berakibat pada bertambahnya rugi-rugi beban, rugi-rugi daya, serta dapat menyebabkan pembebanan lebih pada kawat netral. Harmonisa juga merambat ke seluruh jaringan instalasi, membuat kabel lebih panas, kemampuan mesin/motor listrik menurun, sambungan kabel dan trafo menjadi lebih panas dan bisa mengakibatkan kebakaran [1]. Oleh karena itu penggunaan peralatan laboratorium dapat menyebabkan kualitas daya listrik akan menjadi lebih buruk akibat adanya harmonisa yang timbul dari peralatan-peralatan tersebut, sehingga pada akhirnya akan menyebabkan kerugian pada pemanfaatan energi listrik serta dapat menyebabkan rusaknya peralatan- peralatan yang digunakan. 2. Dasar Teori Distorsi harmonisa merupakan suatu fenomena yang timbul akibat terdistorsinya gelombang sinusiodal secara periodik akibat adanya beban non-linear. Beban linear adalah beban yang impedansinya selalu konstan sehingga arus selalu berbanding lurus dengan tegangan setiap waktu. Beberapa contoh beban linear adalah lampu pijar, pemanas, resistor, dan lain-lain. Sedangkan beban non linear adalah beban yang impedansinya tidak konstan dalam setiap periode tegangan masukan, sehingga arus yang dihasilkan tidak berbanding lurus dengan tegangan yang diberikan. Gelombang arus yang dihasilkan oleh beban non linear tidak sama dengan bentuk gelombang tegangan sehingga terjadi cacat (distorsi)[2]. Dalam sistem tenaga listrik yang ideal, bentuk gelombang tegangan yang disalurkan ke peralatan konsumen dan bentuk gelombang arus yang dihasilkan adalah gelombang sinus murni. Sebagai contoh frekuensi dasar dari sistem kelistrikan di Indonesia adalah 50 Hz, maka urutan harmonisa keduanya adalah gelombang dengan frekuensi 100 Hz, harmonisa ketiga dengan frekuensi 150 Hz dan seterusnya. Gelombang harmonisa ini akan berkombinasi dengan gelombang dasarnya, sehingga terbentuk gelombang cacat yang merupakan penjumlahan antara gelombang dasar dengan gelombang harmoniknya [3]. Gambar 1. Bentuk Gelombang Terdistorsi Harmonisa Standar harmonisa berdasarkan standar IEEE 519- 1992 “Recommended Practices and Requirements for Harmonic Control in Electrical Power Systems”.Ada dua kriteria yang digunakan untuk mengevaluasi distorsi harmonisa. Yaitu batasan untuk harmonisa arus, dan