GENEOLOGI TRADISI ILMIAH NAVIGASI BUGIS: STUDI HISTORIS PERKEMBANGAN NAVIGASI BUGIS DALAM ASTRONOMI ISLAM Oleh: Fathur Rahman Basir, Nur Aisyah atturlevi.11@gmail.com Hukum Tata Negara Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Alauddin Makassar Abstract Navigation in general is directing a ship on a voyage or a way to determine the position and direction of travel both on the actual terrain and on the map. Shipping activities are seen as a medium of community communication in one region with other regions. Bugis tribe is one of the nations of the archipelago that is oriented to the sea, and many create a tradition and culture in shipping activities. This journal discusses the roots of bugis navigation in the 17th century that marked the development of Islamic civilization in the midst of the culture of Bugis society. The 17th century in a Bugis society was an era where Islam and culture were integrated but remained in accordance with Islamic values. This can be found in ancient manuscripts sourced from the literature of the Buginese community. The journal also shows that before the advent of modern navigation tools, Bugis sailors relied on their ability and experience to sail, utilizing natural phenomena both in the sky and at sea. Like using the wind, moon and stars. Keywords: Geneology; Navigation; Bugis; Islmic Astronomy. Abstrak Navigasi pada umumnya adalah mengarahkan sebuah kapal dalam pelayaran atau cara menentukan posisi dan arah perjalanan baik di medan sebenarnya maupun pada peta. Kegiatan pelayaran dipandang sebagai medium komunikasi masyarakat disuatu daerah dengan daerah lain. Suku bugis merupakan salah satu bangsa di nusantara yang berorientasi dengan laut, dan banyak menciptakan sebuah tradisi dan budaya dalam aktivitas pelayaran. Jurnal ini membahas tentang akar navigasi bugis pada abad 17 yang menandai perkembangan peradaban Islam di tengah- tengah kebudayaan masyarakat bugis. Abad 17 dalam masyarakat bugis merupakan zaman dimana Islam dan budaya dipadukan namun tetap sesuai pada nilai-nilai keislaman. Hal tersebut dapat ditemukan dalam naskah-naskah kuno yang bersumber dari literatur masyarakat bugis. Jurnal ini juga menunjukkan bahwa sebelum adanya alat navigasi modern, pelaut bugis mengandalkan kemampuan dan pengalamannya untuk melakukan pelayaran, dengan memanfaatkan fenomena alam baik di langit maupun di laut. Seperti memamfaatkan angin, bulan, dan bintang. Kata kunci: Geneologi, navigasi, bugis, astronomi islam, brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by E-Jurnal UIN (Universitas Islam Negeri) Alauddin Makassar