Studi Kasus: Dampak Psikososial Enuresis Pada Remaja Putri Proyeksi, Vol. 7 (1) 2012, 99-108 99 ISSN : 1907- 8455 STUDI KASUS: DAM PAK PSIKOSOSIAL ENURESIS PADA REM AJA PUTRI Erni Agustina Setiowati 1)*) 1) Fakultas Psikologi Unissula *) E-mail: setya_eas@yahoo.co.id Abstrak Tulisan ini bertujuan untuk menyajikan hasil penelitian kualitatif mengenai dampak psikososial enuresis pada remaja putri. Subjek dalam penelitian ini seorang remaja putri usia 13 tahun. Subjek mengalami nocturnal dan diurnal enuresis at au mixed enuresi s sejak kelas 4 SD. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan tes psikologi. Observasi dilakukan di sekolah terutama di kelas dan di rumah. Wawancara dilakukan pada subjek, orang tua, saudara, teman sekolah dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas hubungan subjek baik dengan orang tua, saudara, teman, dan guru kurang baik, subjek kurang percaya diri, merasa malu, mudah tersinggung dan marah, serta mengalami bullying. Kata Kunci: remaja putri, nocturnal enuresis, diurnal enuresis, dampak psikososial A CASE STUDY OF PSYCHOSOCIAL IM PACT IN ENURETIC GIRL ADOLESCENT Abstract The aim of this article is to describe psychososial consequences in girl adolescent with nocturnal and diurnal enuresis or mixed enuresis. Qualitative research method is used in this study. An-13-year-old female presented with severe mixed enuresis since 4 th grade. Data were collected by observation, interview, and psychological testing. Observation conducted in school and home setting. Interview conducted on parent, siblings, friends, and teacher. The result showed that subject’s interpersonal relationship quality is less, less self-confident, ashamed, more irritable, and being bullied. Key words: girl adolescent, nocturnal enuresis, diurnal enuresis, psychososial impact Pengantar Permasalahan enuresis atau mengompol seringkali dianggap biasa terjadi pada anak-anak. Sehingga tidak jarang orang tua yang membiarkannya hingga berlarut-larut sampai anak tersebut menginjak usia yang lebih tua misalnya sampai remaja. Enuresis sebagaimana didefinisikan dalam DSM-IV-TR yakni berkemih diatas tempat tidur atau dalam pakaian sekurang-kurangnya dua kali perminggu dalam jangka waktu tiga bulan berturut-turut pada anak usia minimal 5 tahun. Berkemih pada saat tidur disebut nocturnal enuresis dan berkemih pada saat kondisi sadar atau pada saat terjaga disebut diurnal enuresis . Masalah enuresis memiliki kaitan dengan komponen genetik. Sebanyak 15% dari angka kejadian pada anak-anak yang mengalami enuresis berasal dari keluarga non-enuretik, 44 % pada anak dengan salah satu orang tua memiliki riwayat enuresis, dan 77 % terjadi pada anak yang kedua orang tuanya memiliki riwayat enuresis (Fritz dan Rockney, 2004). Kasus diurnal