Available online at https://ejournal.undip.ac.id/index.php/pasirlaut
Jurnal Pasir Laut
Vol. 5 No. 2 : 128-140, September 2021
©
Copyright by Jurnal Pasir Laut, p-ISSN 1858-1684, e-ISSN 2747-0776
PENGARUH KONDISI TERUMBU KARANG DENGAN STRUKTUR
KOMUNITAS IKAN KARANG DI PULAU KARIMUNJAWA DAN PULAU
KEMUJAN, JEPARA, JAWA TENGAH
The Effect of Coral Reef Condition with Fish Community Structure in Karimunjawa
and Kemujan Island, Jepara, Central Java
Muhammad Arkan Zaky Rahman
1
, Norma Afiati
1
, Pujiono Wahyu Purnomo
1
1
Departemen Sumberdaya Akuatik, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro
Jl. Prof. Soedarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Telp/Fax. +6224 7474698
Email : arkanzaky06@gmail.com, normaafiati.na@gmail.com, purnomopoed@gmail.com
Diserahkan tanggal: 23 Agustus 2021, Revisi diterima tanggal: 28 September 2021
ABSTRAK
Pulau Karimunjawa dan Pulau Kemujan merupakan Kawasan dalam Taman Nasional Karimunjawa (TNKJ) yang
memiliki ekosistem terumbu karang berupa reef flat dan reef slope. Kedua pulau ini seringkali dikunjungi wisatawan,
sehingga aktivitas tersebut diperkirakan mempengaruhi kualitas perairannya. Penurunan kualitas perairan menyebabkan
perubahan struktur komunitas biota, dalam studi ini ikan karang dan terumbu karang. Berdasarkan alur pemikiran tersebut,
maka dilakukan penelitian dengan tujuan mengetahui keanekaragaman, kelimpahan serta hubungan ikan karang dan
terumbu karang pada daerah reef flat dan reed slope. Pengambilan data dilaksanakan pada bulan Agustus tahun 2020 di
perairan Pulau Karimunjawa (Tanjung Gelam dan Legon Lele) dan Pulau Kemujan (Pulau Sintok dan Batulawang),
Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Pengamatan terumbu karang dilakukan dengan menggunakan metode UPT (Underwater
Photo Transect ) kemudian data diolah menggunakan aplikasi CPCe ( Coral Point Count with Excel ). Pengamatan ikan karang
dilakukan menggunakan metode UVC (Underwater Visual Census). Hasil menunjukkan bahwa kelimpahan karang hidup di
lokasi penelitian termasuk kategori sedang hingga sangat baik (24%-77,89%). Indeks keanekaragaman tertinggi terumbu
karang ditemukan di Pulau Sintok (2,322) dan terendah di Legon Lele (1,815). Indeks keanekaagaman dan kelimpahan
ikan karang tertinggi ditemukan di Pulau Sintok (H’ = 3,254 dan 500 ind/150m
2
) dengan dominasi famili Pomacentridae,
sedangkan terendah ditemukan di Tanjung Gelam (H’ = 2,372 dan 123 ind/150m
2
). Kelimpahan ikan karang
dipengaruhi oleh kondisi terumbu karang sebesar 95,83% (R
2
= 0,9583). Semakin baik kondisi terumbu karang,
maka semakin tinggi kelimpahan ikannya. Hasil uji anova menunjukkan nilai F hitung = 54,498 dengan tingkat
signifikasi sebesar 0,0034 (α<0,05). Hal ini menunjukkan bahwa data signifikan dan hipotesis diterima.
Kata Kunci: Karimunjawa, Ikan Karang, Struktur Komunitas, Terumbu Karang
ABSTRACT
Karimunjawa Island and Kemujan Island are areas within the Karimunjawa National Park which have coral reef
ecosystems in the form of reef flats and reef slopes. These two islands are often visited by tourists, so that
these activities are thought to affect the quality of waters. The decline in water quality causes changes in
structure of biota community. Based on that, research was carried out with aim of knowing the diversity,
abundance and relationship of reef fish and coral reefs in reef flat and reed slope areas. Data collection was
carried out on August 2020 in Karimunjawa Island (Tanjung Gelam and Legon Lele) and Kemujan Island
(Sintok and Batulawang Islands). Coral reefs were observed using UPT (Underwater Photo Transect) method
then the data were processed using CPCe (Coral Point Count with Excel) application. Reef fish were observed
using UVC (Underwater Visual Census) method. The result showed that condition of live corals in two locations
was in medium to very good category (24%-77.89%). The highest diversity index of coral reef was found in
Sintok Island (2.322) and the lowest was in Legon Lele (1.815). The highest diversity and abundance index of
reef fish was found on Sintok Island (H'=3.254 and 500 ind/150m
2
) with family domination of Pomacentridae,
while the lowest was found in Tanjung Gelam (H'=2.372 and 123 ind/150m
2
). The abundance of reef fish was
influenced by 95.83% (R
2
= 0.9583) condition of coral reefs. The better the condition of coral reefs, the higher
the abundance of fish. Anova test result showed F count = 54.498 and significance level of 0.0034 (α <0.05).
This showed that the data was significant and hypothesis was accepted.
Keywords: Coral Reef, Fish Community Structure, Fish Diversity, Karimunjawa