65 ROFAER WAR: UPACARA TRADISIONAL MASYARAKAT KEPULAUAN BANDA KABUPATEN MALUKU TENGAH, MALUKU KAJIAN SEMIOTIKA SOSIAL (Rofaer War: Traditional Ceremony of Bandannese, Central Maluku District, Maluku Social Semiotics Study) FARADIKA DARMAN Kantor Bahasa Maluku Jalan Mutiara Rumah Kantor No 3, Mardika, Ambon. Pos-el: faradikadarmankemdikbud@gmail.com (Diterima: 10 April 2016; Direvisi 29 Mei 2016; Disetujui: 8 Juni 2016) Abstract Traditional ceremony of Rofaer War in Lontor village, Banda Island, Maluku, was a lokal cultural traditionsinimplementation of cleaning sacred well by Lontor’s people. The ceremony held every 8—10 years contains meaning and symbol that formed to be cultural system in society. This research aimed to know the background and describe the meaning and symbols in traditional ceremony Rofaer War. The method used descriptive qualitative method. The research data was Rofaer War’s procession which is conserved by the society in the form of language and non-language. The meanings and symbols in the research analyzed by social semiotics study. The results showed that the traditional ceremony Rofaer War motivated by the folklore of hereditary trusted by the society and the procession of the ceremony have symbols in form of nonverbal and verbal sign. Verbal sign refers to the elements of language in the lyrics/songs while the nonverbal signs refers to the object, the motion and behavior besides the linguistic elements. Keywords: traditional ceremony, Rofaer War, social semiotics Abstrak Upacara adat Rofaer Wardi Desa Lontor, Kepulauan Banda, Kabupaten Maluku Tengah merupakan kebudayaan lokal dalam bentuk penyelenggaraan tradisi pembersihan sumur keramat secara massal oleh warga Desa Lontor. Upacara yang dilaksanakan setiap 8—10 tahun ini menyimpan banyak makna dan simbol yang membentuk menjadi sistem budaya pada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang dan mendeskripsikan makna dan simbol dalam upacara adat Rofaer War. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Data penelitian berupa prosesi upacara Rofaer War yang dilestarikan oleh masyarakat desa Lontor dalam wujud bahasa dan nonbahasa. Makna dan simbol dalam penelitian dianalisis dengan menggunakan kajian ilmu semiotika sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upacara adat Rofaer War dilatarbelakangi oleh satu cerita rakyat yang turun temurun dipercaya oleh masyarakat dan dalam prosesi pelaksanaan upacara terdapat simbol-simbol berupa tanda verbaldan tanda nonverbal. Tanda verbal mengacu pada unsur kebahasaan dalam lirik lagu/nyanyian-nyanyian sedangkan tanda nonverbal mengacu pada benda, gerak dan perilaku di luar unsur kebahasaan. Kata kunci: upacara adat, Rofaer War, semiotika sosial PENDAHULUAN Indonesia merupakan negara majemuk yang terdiri atas beragam suku, adat, ras, budaya, dan agama. Kebudayaan tersebut merupakan ciri khas dari setiap suku bangsa di Indonesia. Suku (etnis) yang satu dengan yang lainnya memiliki kekhasan atau keunikan yang membedakannya dengan suku (etnis) yang lainnya. Salah satu contohnya adalah upacara adat. Setiap daerah di Indonesia memiliki upacara- upacara adat dengan tatacara dan pelaksanaan yang berbeda-beda serta memiliki tujuan dan makna tertentu. Hal tersebut membuktikan bahwa di samping kaya dengan sumber daya alam, Indonesia juga kaya ketika dilihat dari sisi keragaman suku dan budayanya. Setiap budaya tentunya TOTOBUANG Volume 4 Nomor 1, Juni 2016 Halaman 65—77