Seminar Nasional Pakar ke 2 Tahun 2019 ISSN (P) : 2615 - 2584 Buku 1 : Sains dan Teknologi ISSN (E) : 2615 - 3343 1.61.1 CONCEPTUAL ZONING RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK DALAM MEMINIMALISIR ANGKA KEMATIAN Puspita Tunggo Dewi 1) , Festyagusti Hardikasari 2) 1,2) Program Studi Arsitektur, Institut Teknologi dan Bisnis Kalbis E-mail: puspita.tunggodewi@kalbis.ac.id; festyagusti.hardikasari@kalbis.ac.id Abstrak Ada beberapa kasus di Rumah Sakit Ibu dan Anak yang meninggal akibat adanya keterlambatan penanganan medis yang disebabkan oleh jauhnya jarak antara ruang-ruang yang ada di Rumah Sakit tersebut. Jarak antara ruangan yang jauh berdampak kepada keterlambatan dalam penanganan pasien, sehingga mengakibatkan kematian. Sehingga perlu adanya acuan saat penempatan posisi ruangan untuk proses persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk mencari conceptual zoning atau program ruang yang mampu memaksimalkan kinerja tenaga medis dalam menangani ibu yang akan melahirkan. Harapannya penelitian ini mampu memberikan solusi terhadap perancangan Rumah Sakit khususnya Rumah Sakit Ibu dan Anak dengan memberikan conceptual zoning atau program ruang yang dapat mendukung tenaga medis dalam proses persalinan, sehingga mampu meminimalisir angka kematian yang dikarenakan adanya keterlambatan penanganan medis. Kata kunci: rumah sakit ibu dan anak, conceptual zoning, angka kematian, arsitektur Pendahuluan Menurut Menteri Kesehatan, pelayanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir yang berkualitas dapat mencegah tingginya angka kematian. Kementrian Kesehatan juga mengemukakan bahwa sekitar 31 persen ibu nifas mendapatkan pelayanan antenatal yang tepat waktu. Artinya pelayanan dalam waktu 6 sampai 48 jam setelah melahirkan sangat penting, karena sebagian besar kematian ibu dan bayi baru lahir terjadi pada dua hari pertama. Dengan demikian pelayanan pasca persalinan sangat diperlukan untuk menangani komplikasi setelah persalinan. Pelayanan tepat waktu merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam menyelamatkan nyawa pasien pada Rumah Sakit, khususnya Rumah Sakit Ibu dan Anak. Dilansir dari TribunNews, terdapat satu kasus yang mengakibatkan pasien meninggal akibat keterlambatan penanganan di salah satu Rumah Sakit di Jawa Barat. Penanganan tersebut mengakibatkan seorang balita berumur 3 bulanyang meninggal dunia pada 6 November 2015 lalu. Hal tersebut selain dikarenakan oleh faktor Sumber Daya Manusia, tetapi juga dikarenakan oleh lambatnya penanganan akan kebutuhan pasien, seperti barang penunjang kesehatan serta letak laboratorium yang lokasinya saling berjauhan mengakibatkan keterlambatan perawat dalam melakukan proses penyembuhan. Waktu yang dibutuhkan perawat, mengakibatkan pasien tidak mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat waktu sehingga mengakibatkan kematian pada bayi tersebut. Penelitian ini diharapkan mampu memberikan pandangan baru terhadap masyarakat, mahasiswa arsitektur, praktisi, dan tenaga medis dalam memperdalam pengetahuan mengenai tata ruang Rumah Sakit Ibu dan Anak, serta memberikan pandangan baru dalam upaya meminimalisir kematian di Rumah Sakit yang disebabkan oleh jauhnya jarak antar ruangan yang berpotensi mengakibatkan keterlambatan dalam penanganan terhadap pasien.