Jurnal Kedokteran Universitas Palangka Raya ISSN 2355-0015 EISSN 2723-5890 Vol 11 (2): 63-71 https://e-journal.upr.ac.id/index.php/JK DOI: 10.37304/jkupr.v11i2.9850 HUBUNGAN DERAJAT SESAK DAN OBSTRUKSI SALURAN NAPAS DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN PPOK CORRELATION BETWEEN DYSPNEA SCALE AND AIRFLOW LIMITATION SEVERITY WITH QOL OF COPD PATIENTS Nadiya Aliyah Roselyn 1 , Artrien Adhiputri 2,* , Siti Munawaroh 3 , Jatu Aphridasari 2 1 Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia 2 Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi, Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia. *email: artrien_adhiputri@staff.uns.ac.id 3 Departemen Anatomi, Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia. (Naskah diterima: 15 Juni 2023. Disetujui: 26 Oktober 2023) Abstrak. Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) masih menjadi masalah kesehatan nasional dan global. Pada tahun 2018, kasus PPOK di Jawa Tengah menempati urutan ke tujuh. PPOK ditandai dengan adanya obstruksi saluran napas yang berujung pada sesak napas. Penyakit ini dapat menyebabkan perburukan kondisi kesehatan dan mempengaruhi kualitas hidup. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan derajat sesak napas dan derajat obstruksi saluran napas dengan tingkat kualitas hidup pasien PPOK di RS UNS. Metode penelitian yang digunakan adalah metode observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Subjek dalam penelitian adalah Pasien PPOK di Poliklinik Paru RS UNS bulan Februari-Maret yang memenuhi kriteria. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner mMRC, SGRQ-C, dan data spirometri dari rekam medis. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan uji korelasi Chi Square. Hasil analisis data dari 37 responden didapatkan nilai p-value 0,001 dan koefisien korelasi (r) 0,527 untuk variabel derajat sesak napas dan tingkat kualitas hidup yang berarti kedua variabel signifikan dan berkorelasi cukup kuat. Sedangkan untuk variabel derajat obstruksi saluran napas dan tingkat kualitas hidup didapatkan nilai p-value 0,000 dan koefisien korelasi (r) 0,808 yang berarti kedua variabel signifikan dan berkorelasi sangat kuat. Pada penelitian ini terdapat hubungan yang signifikan antara derajat sesak napas dengan tingkat kualitas hidup dan derajat obstruksi saluran napas dengan tingkat kualitas hidup pada pasien PPOK di RS UNS.. Kata Kunci : Derajat Sesak Napas, Derajat Obstruksi Saluran Napas, Tingkat Kualitas Hidup, PPOK Abstract. Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) is still a national and global health problem. In 2018, COPD cases in Central Java ranked seventh. COPD is characterized by airway obstruction that leads to shortness of breath. This disease causes worsening of health conditions and affects quality of life. The purpose of this study was to determine the correlation between the dyspnea scale and the airflow limitation severity with the quality of life of COPD patients at UNS Hospital. The method used in this research was analytic observational study with cross sectional design. The subjects in this study were COPD patients at the Pulmonary Polyclinic of UNS Hospital in February-March who had fulfil the criterias. The sampling technique of this research was purposive sampling. Data were collected using the mMRC questionnaire, SGRQ-C questionnaire, and spirometry data from medical records. The obtained data were analyzed with the Chi Square correlation test. Chi Square correlation test for 37 respondents obtained a p-value of 0,001 and a correlation coefficient (r) of 0,527 for the dyspnea scale and quality of life variable, which means that both variables are significant and moderately correlated. As for the airflow limitation severity and quality of life variable, the p-value is 0,000 and the correlation coefficient (r) is 0,808, which means that the two variables are significant and very strongly correlated. There is a significant correlation between dyspnea scale with the quality of life and airflow limitation severity with the quality of life of COPD patients at UNS Hospital. Keywords : Dyspnea Scale, Airflow Limitation Severity, Quality of Life, COPD PENDAHULUAN Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) masih menjadi masalah kesehatan nasional dan global, serta merupakan penyebab kematian tertinggi ketiga di dunia setelah penyakit jantung iskemik dan neoplasma 1 . Pada tahun 2017, sebesar 544 juta orang di dunia hidup dengan PPOK. Presentase kasus PPOK pada pria sebesar 55,1% dan pada wanita sebesar 54,8% dengan 3,2 juta