INTERAKSI SOSIAL PEDAGANG TEMPE DALAM UPAYA MENINGKATKAN OMZET PENJUALAN Sukatono 1 , Endang Sungkawati 2 , Nova Dwi Hernanik 3 Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Wisnuwardhana Malang Email: Surop023@gmail.com ABSTRACT: The social interactions of tempe traders are interactions in the form of cooperation, competition, disputes, accommodation, contravention and assimilation that occur at a certain time, and each of these forms of interaction can be in the form of interactions between individuals and individuals, individuals with groups, and groups with groups. . These interactions are divided into two categories, namely associative and dissociative social interactions. This type of research is descriptive qualitative with data collection techniques using the method of observation, interviews and documentation. Based on the results of the research conducted, it was found that the factors that influence the form of social interaction in the Bululawang Traditional Market are associative social interactions caused by the same goals, physical closeness in trading, sympathy between traders, and the existence of interests other than trading; insufficient number of customers, large number of traders, and insufficient market facilities and infrastructure. While the dissociative social interaction is the personal of each tempe trader is different, the number of tempe traders is not balanced with the number of customers, the wrong placement of the traders, and the market building plans are considered wrong Keywords: Social Interaction, Turnover ABSTRAK: Interaksi sosial pedagang tempe adalah interaksi yang berbentuk kerjasama, persaingan, pertikaian, akomodasi, kontravensi dan asimilasi yang terjadi pada waktu tertentu, serta masing-masing bentuk interaksi tersebut dapat berupa interaksi antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok. Interaksi tersebut terbagi menjadi dua kategori, yaitu interaksi sosial asosiatif dan disasosiatif. Tipe penelitian ini bersifat dekskritif kualitatif dengan teknik pengumpulan data dengan menggunakan metode pengamatan, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan ditemukan faktor yang memengaruhi terjadinya bentuk interaksi sosial di Pasar Tradisional Bululawang ialah interaksi sosial asosiatif disebabkan oleh adanya tujuan yang sama, kedekatan fisik dalam berdagang, rasa simpati antar pedagang, dan adanya kepentingan selain berdagang; kurangnya jumlah pelanggan, banyaknya jumlah pedagang, serta tidak memadainya sarana dan prasarana pasar. Sedangkan interaksi sosial disosiatif adalah pribadi setiap pedagang tempe berbeda-beda, jumlah pedagang tempe tak seimbang dengan jumlah pelanggan, struktur penempatan pedagang yang salah, dan denah bangunan pasar yang dianggap salah Kata Kunci : Interaksi Sosial, Omzet