Buletin Sistem Informasi dan Teknologi Islam ISSN: 2721-0901 Vol 3, No. 2, Mei 2022, pp. 150-156 150 Penerapan Metode Technique For Order Preference By Similarity To Ideal Solution (Topsis) Pada Sistem PendukungKeputusan Pemilihan Menu Makanan Bagi Balita Yang Mengalami Kekurangan Gizi Yurina Mukhlis a,1,* , Siska Anraeni a,2 , dan Ihwana As’ad a,3 a Universitas Muslim Indonesia, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar 90321, Indonesia 1 yusrianamukhlis77@gmail.com; 2 Siskaanraeni@umi.ac.id; 3 ihwanaa@umi.ac.id; *corresponding author INFORMASI ARTIKEL ABSTRAK Diterima : 14 05 2022 Direvisi : 23 05 2022 Diterbitkan : 30 05 2022 Pengambilan keputusan untuk pemilihan menu makanan pada pasien balita yang mengalami kekurangan gizi di Puskesmas Maniangpajo hingga saat ini masih menggunakan pemilihan makanan secara manual seperti hanya memberikan saran menu makanan selingan saja melalui sosialisasi. Kemudian, dengan adanya kepercayaan orang tua yang asal memberikan makanan dengan harapan bayi akan cepat besar dan cepat kenyang meski tidak sesuai kebutuhan gizi. Selain itu, untuk saat ini belum ada sistem yang di gunakan untuk membantu pemilihan makanan di Puskesmas Maniangpajo. Penelitian ini bertujuan untuk membantu pemilihan menu makanan bagi balita yang mengalami kekurangan gizi. Metode yang digunakan adalah Metode TOPSIS yang melakukan perangkingan terhadap alternatif terpilih. Dimana alternatif terpilih yang terbaik tidak hanya memiliki jarak terpendek dari solusi ideal positif, tetapi juga memiliki jarak terpanjang dari solusi ideal negatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Alternatif Susu terpilih dalam rekomendasi pemilihan menu makanan bagi Balita atas nama Muh Adzan yang sesuai dengan penilaian kriteria This is an open access article under the CCBY-SA license Kata Kunci: Balita Menu Makanan Topsis I. Pendahuluan Makanan adalah kebutuhan pokok manusia yang sangat dibutuhkan setiap hari. Agar tubuh tetap sehat, manusia harus memperhatikan pemilihan menu makanan yang akan dikonsumsi. Kebutuhan gizi untuk setiap orangpun berbeda-beda tergantung faktor usia, jenis kelamin, berat badan, tinggi badan, dan aktivitas. Begitu juga kebutuhan gizi pada balita. Pada masa balita berumur 12-24 bulan biasanya membutuhkan lebih banyak gizi karena kondisi umur tersebut gizi pada balita adalah dasar untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Pemberian makanan dengan pemenuhan gizi yang seimbang adalah cara yang tepat untuk menjaga kesehatan serta tumbuh kembang balita [1]. Dalam kehidupan manusia, terdapat faktor-faktor yang menyebabkan kualitis fisik, emosional dan psikologis manusia akan terganggu perkembangannya, sehingga akan terjadi perkembangan yang tidak setara/tidak seimbang [2].