JAMER : Jurnal Ilmu Ilmu Akuntansi Merdeka; ISSN: 2723-4843 Website:http://mail.unmermadiun.ac.id/index.php/jamer/index Volume 4 Nomor 1 Maret 2023, JAMER | 1 ANALISIS PENGARUH PENGANGGURAN, FOREIGN DIRECT INVESMENT (FDI) DAN MANUFAKTUR TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI INDONESIA (PERIODE TAHUN 2016-2021) Wira Ganet Aribowo 1 * Program Studi Manajemen, Universitas Merdeka Madiun, Jln. Serayu Timur No. 79, Madiun, 63133 E-mail: wiraganet@unmer-madiun.ac.id AbstractSeveral economic theories can explain economic growth, but what is popular to explain the relevance of the relationship between economic growth, Foreign Direct Investment, Manufacturing and Unemployment is the neoclassical theory where capital flows "downhill" from rich countries (capital abundance) to poor countries (capital scarce). So that all countries can access the same technology and produce similar goods, while the difference in per capita income reflects the difference in the rate of return on capital, new investment will be made in poor countries. On the other hand, the Heckscher-Ohlin model explicitly predicts capital flowing from countries with low interest rates to countries with high interest rates (Pogoda, 2012). After the 1997-1998 economic crisis, in 1999 Indonesia became a member of the G-20 making it a middle income country. More than two decades, Indonesia is in the middle income trap. Within the limits of this study, data were taken for 2016 2021, where foreign direct investment, manufacturing and unemployment had an effect on economic growth in Indonesia. As quoted in the World Bank report, Indonesia's per capita income was recorded at US$3,870 in the 2020 World Bank report, making it a lower middle income country. However, in 2021, in a World Bank report, Indonesia's per capita income recorded US$4,140, returning to the upper middle income country class. Keyword FDI, Teori, OLS I. PENDAHULUAN Pertumbuhan ekonomi merupakan indikator kinerja pemerintah dalam bidang ekonomi, dalam konsep yang sederhana dapat diartikan bahwa pertumbuhan ekonomi diukur dari peningkatan produksi baik barang maupun jasa disuatu Negara. Atau, dapat diartikan meningkatnya pendapatan perkapita dan kesejahteraan masyarakat suatu Negara. Kenaikan pendapatan total dan pendapatan perkapita dengan memperhitungkan kekuatan fundamental ekonomi dan karakteristik suatu negara serta potensial ekonomi yang diarahkan menjadi secara riil melalui penanaman modal. Kunci utama menuju pembangunan ekonomi adalah pembentukan modal. Hal ini berarti pembentukan faktor pendukung terjadinya pembentukan modal salah satunya adalah keahlian (Jhingan, 2004:47). Modal publik merupakan wujud dari perekonomian infrastruktur yang terbentuk dari investasi yang dikeluarkan oleh pemerintah. Familoni (2004) menyebut Basic essential service sebagai infrastruktur dalam proses pembangunan. adanya infrastruktur sosial serta infrastruktur fisik merupakan elemen yang berfungsi sebagai sarana dan prasarana yang memudahkan mobilitas dan kegiatan manusia. Infrastruktur berfungsi sebagai input dalam kegiatan produksi dan sarana dalam mendistribusikan hasil produksi barang dan jasa mendorong perekonomian. Keperluan untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia secara ekonomi maupun sosial dibutuhkan infrastruktur yang mengacu kepada sistem fisik yang menyediakan transportasi, air, listrik dan fasilitas publik lain yang. (Grigg dalam Kodoatie, 2003:8). Tumbuhnya perekonomian sebuah negara berdampak pada angkatan kerja semakin meningkat sehingga menekan pengangguran. Kebijakan pemerintah dalam mengatasi penganguran, dibedakan menjadi tujuan bersifat ekonomi dan tujuan bersifat sosial dan politik, tujuan bersifat ekonomi terdiri dari: (1) ketersediaan lowongan perkerjaan, (2) Meningkatnya tarap kemakmuran masyarakat, (3) memperbaiki pendapatan masyarakat yang merata. Sedangkan tujuan bersifat sosial dan politik adalah: (1) tercapainya kemakmuran keluarga dan kesetabilan keluarga, (2) menurunnya angka kejahatan, (3) terwujudnya kestabilan politik. Sukirno (2006). Beberapa teori ekonomi dapat menjelaskan tentang pertumbuhan ekonomi, namun yang popular untuk menjelaskan relevansi hubungan antara pertumbuhan ekonomi, Foreign Direct Invesment, Manufaktur serta