Jurnal Pertanian Khairun Program Studi Magister Ilmu Pertanian Pascasarjana Universitas Khairun Volume 01, Edisi 02, Tahun 2022 http://ejournal.unkhair.ac.id/index.php/jpk E-ISSN : 2829-9728 DOI: http://dx.doi.org/10.33387/jpk.v1i2.4892 69 Pengaruh Aplikasi Mikoriza Arbuskular dan Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Kelapa Bido di Kebun Rehabilitasi The Effect of Arbuscular Mycorrhizal Application and Planting Media on Bido Coconut Growth in Rehabilitation Gardens Himawan Bayu Aji 1,3 , Suryati Tjokrodiningrat 2,* , Wawan Sulistiono 1 1 Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Indonesia 2 Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Khairun, Ternate, Indonesia 3 Mahasiswa Program Magister Ilmu Pertanian, Pascasarjana Universitas Khairun, Ternate, Indonesia *Corresponding author. Email: spiceternate@gmail.com/yatisth@yahoo.com Received: 10 Agust 2022 Accepted: 16 November 2022 Available online: 14 Desember 2022 ABSTRACT The North Maluku region is famous for its agricultural sector, sub-sector of coconut plantations. However, there are various problems that become challenges in efforts to increase coconut production in North Maluku. The purpose of the study was to obtain information on morphological characteristics and growth related to the dose of arbuscular mycorrhizal fungi and the composition of the growing media. The research was conducted at the North Maluku Plantation (BPTP) from August 2019 to February 2020. The study used a factorial of 2 factors, namely the dose of JMA and the composition of the growing media. The first factor is the dose of JMA which consists of 3 levels of M1 (2g); M2 (4g); and M3 (6g). The second factor is a combination of 3 levels of planting media; manure (PK): sawdust (SG): sand (Ps). Data were analyzed using variance (analysis of variance). The results showed that the combination of treatment with a dose of JMA and a certain planting media could stimulate the growth of plant height, stem circumference, number of variables, and the highest crown length at the age of 6 bst. Keywords: bido coconut, arbuscular mycorrhizal fungi, growing media, morphological and growth characteristics I. PENDAHULUAN Maluku Utara adalah wilayah yang terkenal dengan sektor pertanian sub sektor tanaman perkebunan di mana kelapa dalam menempati urutan pertama dari semua komoditas perkebuan. Luas lahan kelapa dalam sebesar 202.683 ha, dan produksi mencapai 20.943 ton, dengan produktivitas 1,09 ton/ha. Produktivitas kelapa Maluku Utara sedikit di atas produktivitas nasional yang berkisar 0.83 ton/ha (BPS Malut, 2021; Dirjenbun, 2021). Berbagai permasalahan dalam upaya peningkatan produksi kelapa di Maluku Utara, diantaranya disebabkan oleh banyaknya tanaman kelapa berumur tua dan tidak produktif, ketersediaan lahan untuk esktensifikasi, dan kualitas benih yang digunakan. Sejalan dengan tantangan tersebut, apabila dicermati lebih seksama, terdapat berbagai potensi pengembangan tanaman kelapa dalam. Ketersediaan lahan rehabilitasi yang luasnya mencapai 387.889 hektar (Statistik KLH, 2018) merupakan peluang cukup besar untuk perluasan kelapa dalam di Maluku Utara. Peluang memanfaatkan lahan rehabilitasi semakin baik dengan adanya kelapa dalam unggul indigenous Maluku Utara, Kabupaten Pulau Morotai, yang dikenal dengan nama kelapa Bido. Penelitian didasarkan pada pendalaman karakteristik tanaman kelapa bido, karakteristik kebun rehabilitasi, mengenali potensi/fungsi biologis lahan. Pendalaman karakter tersebut dimaksudkan untuk mendapatkan integrasi kompatibel antara kebun rehabilitasi dengan keunggulan kelapa bido. Pengelolaan kebun rehabilitasi melalui aplikasi inokulasi Jamur Mikoriza Arbuskular (JMA) dan perlakuan media tanam diharapkan mampu meminimalkan keterbatasan pada kebun rehabilitasi sekaligus mengoptimalkan fungsi fisiologis perakaran kelapa bido. Mikoriza adalah bentuk mutualistik hubungan simbiosis antara jamur dengan akar tanaman yang dapat meningkatkan pertumbuhan akar. Intervensi media tanam bertujuan untuk menopang tanaman, menstimulasi ketersediaan hara tanah pada kebun