Hermaya Ompusunggu JURNAL AKUNTANSI BARELANG Vol.4 No.2 Tahun 2020 Hal. 63 PEGARUH STRUKTUR AKTIVA DAN PERTUMBUHAN PENJUALAN TERHADAP STRUKTUR MODAL Hermaya Ompusunggu Universitas Putera Batam email: hermaya@puterabatam.ac.id ABSTRACT The purpose of this research is to exemine the effect of asset structure and sales growth to the capital structure. The data in this research is the secondary data by using financial statement data. The population in this research were companies which are listed in the Indonesia Stock Exchange with the mining sector from 2014 to 2018. The sample collection technique has been done by using purposive sampling and 8 (eight) companies which meet the criteria have been selected as the research samples. The measurement of capital structure has been done by Debt to Equity Ratio (DER). The analysis has been done by using multiple linear regression. The result of the research shows the partial regression analysis is asset structure significant effect on capital structure with significance 0,317 > 0,05 and sales growth significant effect on capital structure with significance 0,039 < 0,05. While the results obtained simultaneously variable asset structure and sales growth significantly influence capital structure with significance 0,039 < 0,05. Keywords: Asset Structure, Sales Growth and Capital Structure. PENDAHULUAN Pada era globalisasi sekarang ini ditandai dengan banyak bermunculnya usaha-usaha baru. Dalam dunia usaha yang berkembang semakin pesat ini menyebabkan pertumbuhan ekonomi menjadi tinggi. Sehingga timbul persaingan yang semakin tajam dan kompetitif dalam dunia usaha. Menghadapi persaingan tersebut, perusahaan dituntut untuk mampu memciptakan atau meningkatkan nilai perusahaan serta mampu untuk mengelola faktor-faktor produksi yang ada secara efektif dan efesien agar tujuan perusahaan mampu untuk memperoleh laba yang maksimal dan optimal. Dalam hal ini, perusahaan juga dituntut untuk mampu menentukan kinerja perusahaan yang baik, sehingga perusahaan akan dapat menjamin kelangsungan hidupnya. Pada dasarnya setiap perusahaan membutuhkan modal untuk membiayai kegiatan operasional dan pengembangan bisnisnya sehingga modal menjadi salah satu elemen yang penting dalam perusahaan. Semakin besar modal yang dimiliki perusahaan maka semakin pula kegiatan operasional yang dapat dilakukan. Sumber perdanaan atau modal di dalam suatu perusahaan dibagi ke dalam dua kategori yaitu perdanaan internal berupa modal sendiri yang diperoleh dari sumber laba ditahan dan perdanaan eksternal berupa modal pinjaman yang diperoleh dari para kreditor atau yang disebut dengan hutang dari pemilik, peserta atau pengambil bagian dalam perusahaan yang disebut modal, proporsi atau bauran dari penggunaan modal sendiri dan htang dalam memenuhi kebutuhan dana perusahaan disebut struktur modal perusahaan . Struktur modal adalah perimbangan atau perbandingan antara hutang dan modal sendiri (Maulia, 2015). Keputusan dalam pemilihan sumber dana merupakan hal yang penting karena hal tersebut akan memperngaruhi struktur modal perusahaan yang akhirnya mempengaruhi kinerja keuangan. Umumnya perusahaan cenderung untuk mengguakan modal internal sebagai modal permanent, sedangkan modal eksternal hanya digunakan sebagai pelengkap saja apabila dana yang dibuthkan kurang mencukupi. Untuk itu penetapan struktur modal suatu perusahaan perlu dipertimbangkan sebagai variable yang mempengaruhinya. Struktur modal yang optimal merupakan struktur modal yang diperkirakan biaya modal rata-rata tertimbang yang paling rendah yang diharapkan dapat meningkatkan nilai perusahaan. e-ISSN 2580-5118 p-ISSN 2548-1827