FARMASI-QU Jurnal Pelayanan Kefarmasian Vol 10 No. 2 Juli 2023 ISSN 2809-1493 Sanjaya Mira Husni 1 dan Riani Lisa Rizki 2 23 Jurnal Farmasi-qu Akademi Farmasi Bhumi Husada Jakarta ANALISA TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG BAHAYA MEROKOK BAGI KESEHATAN DI KELURAHAN DUKUH JAKARTA TIMUR TAHUN 2022 Oleh Sanjaya Mira Husni 1 dan Riani Lisa Rizki 2 Akademi Farmasi Bhumi Husada Jakarta ABSTRAK Merokok adalah suatu kebiasaan menghisap rokok yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Di dalam Rokok terdapat salah satu bahan adiktif artinya dapat menimbulkan ketergantungan bagi pemakainya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa tingkat pengetahuan masyarakat tentang bahaya merokok bagi kesehatan di kelurahan dukuh Jakarta timur. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Sampel yang diambil sebanyak 385 responden berasal dari masyarakat RW 04 Kelurahan Dukuh Periode April- Mei 2022. Sampel diambil secara random sampling, data analisis univariat dan bivariat menggunakan program SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukan bahwa yang memiliki tingkat pengetahuan tentang bahaya merokok bagi kesehatan baik sebanyak 347 responden (90,1%), sumber informasi obat didapatkan dari bungkus rokok sebanyak 247 responden (64,2%). Pada pengujian bivariat menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara penghasilan dan pekerjaan dengan tingkat pengetahuan tentang bahaya merokok bagi kesehatan dengan nilai p value < 0,05. Menunjukan bahwa tidak ada hubungan antara umur, jenis kelamin, dan pendidikan dengan tingkat pengetahuan tentang bahaya merokok bagi kesehatan. Kata Kunci : Merokok, Bahaya Merokok, Tingkat Pengetahuan PENDAHULUAN Latar Belakang Merokok adalah suatu kebiasaan menghisap rokok yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Merokok merupakan suatu kebutuhan yang tidak bisa dihindari bagi orang yang mengalami kecenderungan terhadap rokok.Di dalam Rokok terdapat salah satu bahan adiktif artinya dapat menimbulkan ketergantungan bagi pemakainya. Sifat adiktif rokok berasal dari nikotin yang di kandungnya. Setelah seorang menghirup asap rokok, dalam 7 detik nikotin akan mencapai otak. Nikotin menimbulkan efek kesenangan sementara di otak, yang membuat seseorang ketergantungan. Akibatnya, orang yang kecanduan nikotin akan merasa cemas dan mudah marah jika tiba-tiba tubuhnya tidak mendapatkan asupan nikotin. (1) Menurut World Health Organization (WHO) 2020 tembakau membunuh lebih dari 8 juta orang di seluruh dunia tiap tahunnya. Lebih dari 7 juta kematian ini diakibatkan oleh penggunaan langsung tembakau dan sekitar 1,2 juta diakibatkan paparan asap rokok yang lain. Tembakau juga merupakan faktor resiko besar bagi