Proceeding The 1 st International Conference on Social Sciences and Humanities (ICSSH), LIPI, 2016 1495 VERA : SEBAGAI IDENTITAS DAN DINIMIKANYA DALAM REALITAS SOSIAL BUDAYA ETNIK RONGGA DALAM KEKINIAN Ni Wayan Sumitri Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni, IKIP PGRI Bali sumitri2000@yahoo.com Abstrak Makalah ini memaparkan tentang vera sebagai identitas dan dinamikanya dalam realitas sosial budaya etnik Rongga dalam kekinian. Vera adalah bagian dari tradisi ritual berupa pertunjukan tarian dan nyanyian tradisional yang terkait dengan pertanian dan kehidupan manusia. Fokus kajian pada pertunjukkan vera yang meliputi (1) bentuk tarian dan nyanyian, (2) fungsinya terkait dengan nilai-nilai identitas, dan (3) dinamikanya dalam realitas sosial budaya etnik Rongga. Penelitian ini termsuk penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnografi dengan sumber data utama adalah hasil wawancara, rekaman audio/video tradisi vera. Temuan menujukkan bahwa bentuk tarian vera memiliki karakteristik unik hanya menampilkan gerakan-gerakan kaki disesuaikan dengan irama lagu sambil bergoyang dengan posisi tangan silang berangkai dalam bentuk dua barisan. Tarian ini dibawakan oleh penari dewasa baik laki-laki (woghu) maupun perempuan (daghe). Bentuk nyanyian vera dilantunkan dengan menggunakan bahasa Rongga sebagai media yang terekpsresi dalam bentuk bait-bait dengan pola-pola formula bahasa yang khas bergaya sastra dengan memanfaatkan fitur paralelisme yang sarat dengan pesan moral dan etika. Vera memilik fungsi dan peran penting sebagai wadah pewarisan nilai budaya leluhur dengan karakteristik tersendiri sebagai lambang identitas etnik Rongga baik secara eksternal maupun secara internal. Identitas eksternal sebagai pembeda etnis Rongga dengan etnis lain di Manggarai, dan identitas internal berfungsi sebagai ciri pembeda antarsuku (clan) yang mempunyai sejarah sukunya sendiri. Sebagai sebuah produk dan praktek budaya, vera telah mengalami perubahan dalam konteks kehidupan modern. Aspek-aspek yang mengalami perubahan selain merengkuh pola pikir, sikap dan perilaku, juga menyentuh tarian dan nyanyian vera terutama sarana yang digunakan. Kata kunci: vera, identitas, dinamika, sosial, budaya 1 . Pendahuluan ndonesia adalah negara yang sangat beragam. Keberagaman bangsa Indonesia tercermin dari keberadaan ratusan etnik, budaya, tradisi, dan bahasa lokal yang tersebar di pelbagai wilayah Nusantara, di samping berbagai agama dan kepercayaan. Di antara etnik-etnik yang tersebar itu, memperlihatkan ciri-ciri kebudayaan, baik yang universal maupun yang unik sifatnya, di samping sejarah perkembangan dan lingkungan hidupnya sendiri-sendiri. Kebudayaan menurut Koentjaraningrat (1990:180) adalah suatu keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar. Pandangan ini menunjukkan bahwa kebudayaan membawahi tiga wujud, yaiu sistem budaya, sistem sosial, dan artefak. Sistem budaya merupakan jaringan norma, nilai, dan makna yang menjiwai satu kebudayaan yang tercermin dalam berbagai sistem sosial, termasuk sikap dan perilaku berbahasa. Artefak menunjuk pada produk fisik sebagai hasil daya cipta manusia untuk menunjang pelaksanaan sistem sosial budaya. Kebudayaan sebagai hasil karya manusia suatu komunitas bukan hanya dipahami sebagai fitur pembeda dengan komunitas lain, namun juga digunakan untuk mengenal aspek kehidupan suatu komunitas, seperti ciri-ciri aktivtas keagamaan, bahasa, cara makan, cara berpakaian, cara bersopan santun, standar etika dan moral yang berbeda antarkomunitas (lihat Purwasito, 2003:224). Ciri-ciri seperti itu, menjadi ciri identitas budaya suatu masyarakat. Ini artinya bahwa identitas tidak hanya penggambaran jati diri seseorang, namun juga sebagai identias suatu kelompok masyarakat. I brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Digital Repository IKIP PGRI Bali