http://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/lamaisyir Publisher: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Alauddin Makassar Urf in The Charity Perspektiv Culture in Bima Mega Oktaviany 1 , Nadhirah Nordin 2 , Rahimah Embong 3 1,2,3Universitas Gunadarma 1 , Universitas Sultan Zainal Abidin 2 , Universitas Sultan Zainal Abidin 3 e-mail: megaoctaviany@staff.gunadarma.ac.id 1 , nadhirahnordin@unisza.edu.my 2 , rahimahembong@unisza.edu.my 3 Received: 16 November 2022; Revised: 22 Desember 2022; Published: 23 Desember 2022 Abstrak Budaya sedekah merupakan fenomena penting untuk memperbaiki tatanan ekonomi dalam kehidupan masyarakat. Ketika dijadikan budaya akan berdampak besar, tidak hanya untuk pribadi, tetapi juga seluruh masyarakat. Persoalannya adalah ketika aktualisasi Islam dijadikan suatu kebudayaan oleh masyarakat. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif yaitu wawancara, observasi dan dokumen sejarah kerajaan Bima. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat empat bentuk praktek sedekah di Bima yang dilakukan bukan pada momentum tertentu, yaitu sedekah teka ra ne’e, sedekah tola bala, sedekah kaneo arujiki, dan sedekah ntadi ro ntedi. Bentuk sedekah tersebut mengintrepretasikan amalan tolong menolong di Bima yang menjadi budaya termasuk kepada ‘urf yang shahih dan hukumnya mubah, karena sudah memenuhi syarat dan ketentuan hukum Islam yang tidak bertentangan dengan ‘urf. Praktik ini bisa saja bergeser seiring kemajuan zaman yang diakibatkan masyarakatnya mulai bersifat individualis. Meskipun bernilai lokal tetapi nilai yang terkandung di dalamnya dianggap sangat universal dan dapat menjadi bentuk kesejahteraan secara ekonomi. Kata kunci: Urf; Teka ra ne’e; Sedekah Tola Bala; Bima Abstract The alms culture is an important phenomenon to improve the economic order in people's lives. When it is made into a culture it will have a big impact, not only for individuals, but also for the whole community. The problem is when the actualization of Islam is made into a culture by society. This study uses descriptive qualitative, namely interviews, observations and historical documents of the kingdom of Bima. The results of this study indicate that there are four forms of alms giving practices in Bima that are not carried out at any particular moment, namely sadaqah tera ne'e, alms tola bala, alms kaneo arujiki, and alms ntadi rontedi. This form of charity interprets the practice of helping in Bima, which has become a culture, including to 'urf which is valid and the law is permissible, because it fulfills the terms and conditions of Islamic law which do not conflict with 'urf. This practice could have shifted along with the progress of the times as a result of which society began to be individualistic. Even though it has local value, the value contained in it is considered very universal and can be a form of economic well being. Keywords: ‘Urf; teka ra ne’e; charity tola bala; Bima