E-ISSN: 2579-9258 Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika P-ISSN: 2614-3038 Volume 07, Nomor 03, Agustus-November 2023, pp. 2382-2390 Analisis Kemampuan Disposisi Matematis pada Pembelajaran Matematika Siswa SMKN 2 Langsa Fairus 1 , Amin Fauzi 2 , Pardomuan Sitompul 3 1 Program Studi Matematika, Fakultas Teknik, Universitas Samudra, 2,3 Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Medan, Jl.Prof. Dr. Syarief Thayeb Meurandeh Langsa, Indonesia fairuz@unsam.ac.id Abstract Mathematical disposition is a person's attitude or affective ability in viewing mathematics as something that can foster good character such as self-confidence, high interest in learning, persistent, serious in solving problems, thinking flexibly, reflecting after studying mathematics. This study aims to analyze the ability of mathematical dispositions in learning mathematics at SMKN 2 Langsa. This research method is a descriptive quantitative method. Data were obtained using non-test instruments in the form of questionnaires and mathematical disposition interviews. The results showed that the students' mathematical disposition abilities at SMKN 2 Langsa were included in the low category, namely 54.00%. This can be seen from the results of the questionnaire where the ability of the mathematical disposition of 30 student samples, which fall into the very low category is 1 person (3.33%), the low category is 16 students (53.33%), the moderate category is 9 students (30%), in the high category there are 3 students (10%), and in the very high category there is 1 student (3.33%). The results of the average mathematical disposition abilities of SMKN 2 Langsa students for each indicator fall into the Medium and Low categories, the Moderate Category is found in Reflective indicators (55.42%) and Appreciation (60.00%). While the Low category is found in the indicators of Curiosity (51.43%), Curiosity (53.89%), Perseverance (52.92%), Flexibility (53.45%); and Applications (53.13%). Keywords: Mathematical Disposition, Learning Mathematics, SMKN 2 Langsa Abstrak Disposisi matematis merupakan sikap atau kemampuan afektif sesorang dalam memandang matematika sebagai sesuatu yang dapat menumbuhkan karakter baik seperti percaya diri, minat belajar tinggi, gigih, bersungguh-sungguh dalam menyelesaiakan masalah, berfikir fleksibel, melakukan refleksi setelah mempelajari matematika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan disposisi matematis pada pembelajaran matematika siswa SMKN 2 langsa. Metode penelitian ini adalah metode kuantitatif deskriptif. Data diperoleh dengan menggunakan instrumen non tes berupa angket dan wawancara disposisi matematik. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yakni dilakukan dengan mereduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukan bahwa kemampuan disposisi matematis siswa SMKN 2 Langsa masuk dalam kategori Rendah yaitu 54,00%. Hal ini dapat dilihat dari hasil angket dimana kemampuan disposisi matematik dari 30 orang sampel siswa, yang masuk dalam kategori sangat rendah ada 1 orang (3,33%), kategori rendah ada 16 orang siswa (53,33%), kategori sedang ada 9 orang siswa (30%), kategori tinggi ada 3 orang siswa (10%), dan kategori sangat tinggi ada 1 orang siswa (3,33%). Hasil rata-rata kemampuan disposisi matematis siswa SMKN 2 Langsa untuk masing-masing indikator masuk dalam kategori Sedang dan Rendah, Kategori Sedang terdapat pada indikator Reflektif (55,42%) dan Apresiasi (60,00%). Sedangkan kategori Rendah terdapat pada indikator Keingintahuan (51,43%), Keingintahuan (53,89%), Ketekunan (52,92%), Fleksibilitas (53,45%); dan Aplikasi (53,13%). Kata kunci: Disposisi Matematis, Pembelajaran Matematika, SMKN 2 Langsa Copyright (c) 2023 Fairus, Amin Fauzi, Pardomuan Sitompul Corresponding author: Amin Fauzi Email Address: aminunimed29@gmail.com (Jl. W. Iskandar Psr V Medan Estate, Deli Serdang) Received 04 June 2023, Accepted 04 August 2023, Published 04 August 2023 DoI: https://doi.org/10.31004/cendekia.v7i3.2549 PENDAHULUAN Pendidikan adalah pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan, atau