Prosiding Seminar Teknologi dan Agribisnis Peternakan V: Teknologi dan Agribisnis Peternakan untuk Mendukung Ketahanan Pangan, Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman 18 November 2017 355 KAJIAN KULIT BUAH NAGA (Hylocereus polyrhizus) PADA CAMPURAN PAKAN BABI TERHADAP pH (POTENSIAL HIDROGEN) DAN KADAR AIR DAGING Aloysia Tenny Damayanti Indriastuti, Heny Vensye Saiya, dan Irine Ike Praptiwi Jurusan/Program Studi Peternakan, Universitas Musamus Jl. Kamizaun Mopah Lama, Merauke Abstrak. Ternak babi merupakan salah satu sumber protein hewani alternatif bagi sebagian masyarakat yang dapat mengkonsumsinya, kelebihan dari ternak babi ini adalah mudah dalam pemberian pakan dan pemeliharaannya. Penelitian ini merupakan sebuah kajian untuk mengetahui seberapa besar peran kulit buah naga pada campuran pakan babi terhadap kualitas pH (potensial Hidrogen) dan KA (Kadar Air). Metode yang digunakan adalah pemeliharaan yang diberikan perlakuan dengan pemberian pakan campuran kulit buah naga dan kemudian dilanjutkan dengan pengujian kualitas daging. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa perlakuan dengan menggunakan buah naga adalah untuk pH PA 6.10, PB 6.00 dan PC 6.07 sedangkan kadar air PA 71.37, PB 71.38 dan PC.71.56. Kata Kunci :kulit buah naga, pH, kadar air PENDAHULUAN Ternak babi merupakan salah satu jenis ternak yang sangat potensial untuk dapat dikembangkan di daerah Papua khususnya di Kabupaten Merauke. Seperti diketahui bahwa untuk masyarakat lokal, ternak babi dipakai sebagai syarat dalam upacara maupun acara adat yang dilakukan. Faktor lain yang mendukung perkembangan itu adalah babi adalah jenis ternak bersifat prolifik yaitu babi sanggup beranak lima kali perdua tahun dengan jumlah bisa mencapai 8 ekor/induk/kelahiran.(Booth, 1995; Aritonang et al, 2011). Kelebihan ternak babi yang merupakan keunggulan lainnya adalah sebagai penghasil sumber daging untuk pemenuhan gizi yang sangat baik di antara ternak lainnya karena babi memiliki konversi terhadap pakan yang cukup tinggi yaitu semua bahan pakan bisa diubah menjadi daging dan lemak dengan sangat efisien. Sifat lain dari babi yang sangat menguntungkan adalah kemampuan mengembalikan modal tinggi dan proporsi karkas dapat mencapai 65-80% (Aritonang et al, 2011; Purnamartha et al, 2014 ). Proses untuk mendapatkan ternak yang berkualitas baik dari segi perkembangbiakan maupun produksi pasca panennya tidak lepas dari unsur utama yaitu pakan yang berkualitas, seperti diketahui bahwa ternak babi adalah jenis ternak monogastrik (berlambung tunggal) sehingga pakan yang diberikan harus berkadar serat kasar yang rendah tetapi memiliki kandungan energy yang cukup tinggi, jenis pakan yang dimaksud salah satunya dapat diperoleh dari limbah pertanian seperti sayuran dan kulit buah-buahan. Kulit buah naga termasuk dalam syarat pakan babi karena tidak berkadar serat kasar yang tinggi, tetapi mempunyai serat pangan yang baik (Saneto, 2005; Santo, 2012). Menurut beberapa penelitian terdahulu kulit buah naga mampu menurunkan kolesterol dalam darah dan mengandung senyawa betalain dimana semakin tinggi kandungan betalain maka antioksidan yang terkandung dalam buah dan kulitnya makin tinggi. Berdasarkan kelebihan yang dimiliki kulit buah naga tersebut maka pengkajian secara mendalam perlu dilakukan dengan melakukan penelitian kajian potensi kulit buah naga ( Hylocereus polyrhizus) pada campuran pakan babi terhadap pH (potensial Hidrogen) dan Kadar Air Daging. MATERI DAN METODE Perlakuan yang digunakan berupa pemberian pakan yang tidak mengandung kulit buah naga dan pakan yang mengandung kulit buah naga 1% dan 2%, kemudian dicampur