Pengembangan Multimedia. . . . - Yogia, dkk - || 155 PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK Yogia Friska Mulyani 1 , Henry Praherdhiono 2 , Yerry Soepriyanto 3 Jurusan Teknologi Pendidikan FIP UM 1,2,3 E-mail: yogia1993@gmail.com 1 ABSTRAK Pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan produk multimedia dengan pendekatan saintifk yang valid sebagai sumber belajar yang efektif dalam mata pelajaran IPA materi sifat cahaya. Penelitian ini menggunakan model pengembangan William W. Lee dan Diana L. Owens, langkah-langkah pengembangannya yaitu, analisis, desain, pengembangan, implementasi dan evaluasi. Berdasarkan hasil validasi kepada ahli media dan ahli materi serta uji coba lapangan, multimedia dengan pendekatan saintifk ini dinyatakan valid dan efektif untuk digunakan sebagai media pembelajaran. Kata kunci: Multimedia pembelajaran, Pendekatan Saintifk, IPA, Sifat Cahaya. PENDAHULUAN IPA adalah suatu kumpulan teori yang sistematis, penerapannya secara umum terbatas pada gejala-gelaja alam, laHir dan berkembang melaluai metode ilmiah seperti observasi dan eksperimen serta menuntut sikap ilmiah seperti rasa ingin tahu, terbuka, dan jujur (Trianto, 2013:136). Secara umum IPA dipahami sebagai ilmu yang lahir dan berkembang lewat langkah-langkah observasi, perumusan masalah, penyusunan hipotesis, pengujian hipotesis melalui eksperimen, penarikan kesimpulan, serta penemuan teori dan konsep (Trianto, 2013:141). IPA merupakan konsep pembelajaran alam dan mempunyai hubungan yang sangat luas terkait dengan kehidupan manusia, untuk itu pembelajaran IPA diarahkan untuk mengajak siswa mencari tahu dan membantunya memperoleh pemahaman yang lebih mendalam dan konkret mengenai alam sekitarnya. IPA merupakan mata pelajaran penting dalam pendidikan Indonesia. IPA telah diajarkan sejak taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas. Proses pembelajaran yang ada selama ini hanya menghafalkan fakta, prinsip atau teori saja. Proses pembelajaran IPA seyogyanya lebih menekankan kepada pendekatan ilmiah (scientifc approach) yang dapat melibatkan siswa secara aktif dalam kegiatan pembelajaran untuk menemukan atau merangkai sendiri ide-idenya. Pendekatan saintifk (scientifc approach) dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada siswa dalam mengenal, memahami berbagai materi menggunakan pendekatan ilmiah, bahwa informasi bisa berasal dari mana saja, kapan saja tidak bergantung pada guru (Majid, 2014:193). Majid juga menegaskan bahwa pembelajaran berbasis pendekatan scientifc lebih efektif dibandingkan dengan pembelajaran tradisional. Dimana hasil penelitian membuktikan bahwa retensi informasi menggunakan pendekatan scientifc sebesar 90% setelah dua hari dan perolehan pemahaman kontekstual sebesar 50-70%. Tahapan dalam pendekatan scientifc sebagaimana yang dimaksud meliputi mengamati, menanya, mencoba, mengolah, menyajikan, menyimpulkan, dan mencipta untuk semua mata pelajaran.