20 Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian (Journal of Agricultural Science), Vol. 20 (1): 20 - 30 Pengaruh Pupuk Kasgot (Bekas Maggot) Magotsuka terhadap Tinggi, Jumlah Daun, Luas Permukaan Daun dan Bobot Basah Tanaman Sawi Hijau (Brassica rapa var. Parachinensis) Effect of Kasgot Fertilizer (Ex Maggot) on Height, Number of Leaves, Leaf Surface Area and Wet Weight of Mustard Greens (Brassica Rapa var. parachinensis) Muhammad Fauzi, Luhtfia Hastiani M, Qori Atur Suhada R, Nelis Hernahadini Universitas Muhammadiyah Bandung e-mail: muhammadfauzi@umbandung.ac.id, luthfiahhastiani@umbandung.ac.id, qori.a.r.suhada@umbandung.ac.id, nelis.hernahadini@umbandung.ac.id ABSTRAK Pengolahan sampah organik dengan maggot lalat hitam (Black Soldier Fly) telah banyak diminati karena mem-iliki efesiensi penguraian sampah organik lebih tinggi dibandingkan dengan proses composting. Namun, teknologi hayati ini masih menyisakan limbah yang tidak dapat diurai oleh maggot pada sampah organik yang mengandung serat dan lig-nin tinggi yang tentunya masih dapat digunakan sebagai bahan organik untuk pemupukan tanaman yang disebut dengan pupuk bekas maggot (kasgot). Metode penelitian yang digunakan berupa Rancangan Acak Kelompok (RAK) Tunggal yang terdiri dari faktor kosentrasi pupuk kasgot yaitu: 0 gr /3 kg tanah (A) sebagai kontrol, 100 gr/3 kg tanah (B), 200 gr/kg tanah (C), 300 gr/3 kg tanah (D) dan 400 gr/3 kg tanah (E). Perlakuan diulang 3 kali sehingga didapatkan 15 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kasgot telah menunjukkan pengaruh sig-nifikan pada tinggi dan bobot basah sawi, namun tidak siginifikan pada jumlah dan luas daun sawi. Kasgot juga mengan-dung populasi bakteri dengan bakteri pelarut fosfat sebesar 5,8 x 107 dan bakteri pemfiksasi nitrogen sebesar 3,1 x 108. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penelitian yang diperoleh adalah pemberian kasgot 100 gr/3 kg tanah (B) memberikan hasil terbaik pada tinggi rata-rata sebesar 38 cm dan bobot basah rata-rata sawi sebesar 220 gr. Kata kunci: Brassica; Kasgot; Maggot; Pupuk Organik. ABSTRACT The processing of organic waste with black soldier fly maggots has been in great demand because it has a higher efficiency of decomposition of organic waste compared to the composting process. However, this biological technology still leaves waste that cannot be decomposed by maggot in organic waste that contains high fiber and lignin which of course can still be used as organic material for fertilizing plants which is called used maggot fertilizer (kasgot). The research method used was a single randomized block designconsisting of concentration factors of cassava fertilizer, namely: 0 gr/3 kg of soil as a control, 100 gr/3 kg of soil, 200 gr/kg of soi), 300 gr/3 kg soil and 400 gr/3 kg soil. The treatment was repeated 3 times to obtain 15 experimental units. The results showed that the administration of cassava had a significant effect on the height and wet weight of mustard greens, but not on the number and area of mustard leaves. Kasgot also contains a population of bacteria with phosphate solubilizing bacteria of 5,8x10 7 CFU/gr and Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian (Journal of Agricultural Science), Juni 2022 ISSN 1693-2897 EISSN 2502-0455 Volume 20 (1) http://jurnal.unmuhjember.ac.id/ index.php/AGRITROP