Copyright© 2022 JURNAL EFATA: e-ISSN 2722-8215 | 33 ISSN Teologi Paulus tentang Pengharapan Hidup Kekal dalam Surat Titus DOI: https://doi.org/10.47543/efata.v9i1.79 Ayub Rusmanto 1 , Yohanes Joko Saptono 2 1,2 Sekolah Tinggi Teologi Iman Jakarta Correspondence: ayubrusmanto2969@gmail.com Abstract: This short letter of Titus consists of 3 chapters and 46 verses; however, it is short. Paul describes proper Christian behavior and emphasizes that Christian behavior must be based on Christian truth. The author focuses on Paul's theology about the present, future eternal hope in the letter of Titus. This study uses a descriptive qualitative method to describe the hope of eternal life that was promised before, now, and in the future. The results to be achieved provide an overview and confidence in the hope that believers in Christ today have lived in the new age of life in Christ and have eternal life in the future. Keywords: eternal life; hope; Paul's theology; Titus Abstrak: Surat Titus ini pendek terdiri dari 3 pasal dan 46 ayat, meskipun pendek Paulus memaparkan perilaku Kristen yang layak dan menegaskan bahwa perilaku Kristen harus didasarkan kebenaran Kristen. Penulis berfokus teologi Paulus tentang pengharapan hidup kekal masa kini, masa yang akan datang dalam surat Titus. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yaitu untuk mendeskripsikan pengharapan hidup kekal yang dijanjikan sebelumnya, masa kini, masa yang akan datang. Hasil yang akan dicapai memberikan gambaran dan keyakinan pengharapan orang-orang percaya kepada Kristus pada masa kini telah menjalani kehidupan di zaman baru hidup di dalam Kristus dan hidup kekal masa yang akan datang. Kata kunci: hidup kekal; pengharapan; teologi Paulus; Titus PENDAHULUAN Paulus adalah seorang teolog yang sangat bertalenta dan dipercayai pengaruhnya. Karya tulis Paulus dalam bentuk surat-surat yang merupakan kanon Alkitab menjadi pijakan dalam pandangan teologi yang luar biasa afirmatif bagi Kekristenan dan gereja. 1 Leon Morris mengungkapkan teologi Paulus sangat komprehensif dan mendetail dalam semua karyanya dan terbentuk secara solid di pertengahan abad pertama. Menyimak tulisan surat-suratnya sangat singkat yakni menjelang akhir pelayanannya, namun pandangan teologisnya sangat matang dan terperinci karena Paulus sudah menjadi Kristen dan seorang pemberita Injil selama 17 tahun atau bahkan lebih. 2 A. M Hunter berpandangan bahwa surat Titus itu adalah komposisi atau kreasi salah seorang murid Paulus dengan alasan menyanggah bahwa penulisnya bukan Paulus, yaitu: Pertama, gaya bahasa dan peristilahan yang digunakan lain dari pada surat Paulus lainnya. Kedua, pembahasan teologis yang dikaji dalam surat Titus 1 George Eldon Ladd, Teologi Perjanjian Baru Jilid 2, ed. Drs. Soemitro Onggosandojo & Drs. Ridwan Sutedja, 1999 th ed. (Yayasan Kalam Hidup Bandung, 1999). 2 Leon Morris, Teologi Perjanjian Baru, 2001. e-ISSN 2722-8215 https://e-journal.sttiman.ac.id/index.php/efata Volume 9, No 1, Desember 2022 (23-43)