ISSN: 2302-3333 Jurnal Bina Tambang, Vol. 6, No. 5 242 EVALUASI KINERJA DAN PRODUKTIVITAS BWE 203 DAN BELT CONVEYOR PADA PENGGALIAN DAN PENGANGKUTAN BATUBARA DALAM UPAYA MENCAPAI TARGET PRODUKSI PIT MUARA TIGA BESAR UTARA (MTBU) DI PT. BUKIT ASAM, TBK UNIT PERTAMBANGAN TANJUNG ENIM (UPTE) KABUPATEN MUARA ENIM PROVINSI SUMATERA SELATAN Ardhi Ilham Jafrian 1 , Tamrin Kasim 2 , Adree Octova 3 1 Jurusan Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang *ardhi.jafrian@gmail.com **adree@ft.unp.ac.id Abstract. PT Bukit Asam, Tbk. Tanjung Enim Mining Unit is a State Owned Enterprise (BUMN) engaged in the coal mining industry. The mining system applied is an open pit mining system with two mining methods, namely the Shovel and Truck method (coventional mining), and the Bucket Wheel Excavator System (continuous mining) method. The coal production target set by PTBA was 230,872 tons in January. The mechanical tools used are 1 (one) unit of Bucket Wheel Excavator, 1 (one) Belt Wagon unit, 1 (one) unit of Cable Rair Car, 1 (one) Hooper Car unit and 1 (one) Tripper Car unit. With the use of the above tools, the production target produced was not achieved in January. So in this study a solution will be sought so that the coal production target set can be increased and can be fulfilled in January. The factors that can influence the production of loading and transport activities are as follows: fill factor, bucket wheel rotation time, number of spills, time of obstacle and work efficiency. From the observations, the time taken for one round of the bucket wheel is 10.10 seconds so that the value of the spill in 1 minute is 83 times. With work efficiency of 26.85% in January, the achievement of production was 186,500.37. In order for production to be improved, efforts need to be made to improve work efficiency by minimizing the obstacles that occur in the field. So that we get 34.14% work efficiency in January with an achievement of 237,136.78 tons. Keywords: BWE, Productivity, Target 1 Pendahuluan PT. Bukit Asam merupakan perusahaan BUMN yang bergerak dibidang pertambangan batubara yang terletak di daerah Tanjung Enim, Sumatera Selatan. Dalam menambang batubara PT. Bukit Asam, Tbk. menggunakan 2 metode penambangan yaitu metode penambangan Konvensional dan metode penambangan Continuous Mining. Metode penambangan konvensional menggunakan Backhoe sebagai alat gali muat dan Truck sebagai alat angkut. Pada metode penambangan Continuous Mining menggunakan Bucket Wheel Excavator (BWE), Belt Wagon (BW) dan Belt Conveyor yang keseluruhan alat ini dapat melakukan kegiatan penambangan seperti gali, muat dan angkut. Alat-alat ini merupakan satu kesatuan yang jika salah satu alat mengalami kerusakan, maka alat lainnya tidak akan beroperasi (Stand by). Melalui sistem conveyor, batubara yang telah digali diangkut dari tempat penambangan menuju area penumpukan sementara (stockpile), selanjutnya batubara diangkut menuju Train Loading Station (TLS) dan mengisi gerbong-gerbong kereta api yang akan menuju ke pelabuhan untuk diekspor ke berbagai negara dengan kapal tongkang (barge). Selain itu batubara juga dipecah-pecah dengan mesin crusher yang digunakan untuk bahan bakar pembangkit listrik (PLTU) milik PT. Bukit Asam. Target produksi yang telah ditentukan oleh pihak perusahaan adalah sebesar 230.872 Ton batubara pada bulan Januari 2018. Sedangkan yang terealisasi hanya 186.270 Ton