AL-IMARAH: Jurnal Pemerintahan dan Politik Islam 1 Vol. 6, No. 1, 2021 ETIKA PEMIMPIN POLITIK DALAM KITAB KUMPULAN RINGKAS BERBETULAN LEKAS (PERSPEKTIF MAQASHID AL-SYARIAH) Abd. Rahman STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau Jalan Lintas Barat KM 19 Kab. Bitan Prov. Kepulauan Riau Pos-el: rahman@stainkepri.ac.id Abstract: The leader has the power to govern the country with the responsibility of providing welfare, peace and tranquility. However, the power can also be bad if it is misused. This article intends to discuss the ethics of political leaders in Raja Ali Kelana's Kumpulan Ringkas Berbetulan Lekas (KRBL) from the perspective of maqashid al- syari'ah. The manuscript which is the realm of Malay scholarship is analyzed with a content analysis approach. From the study, this work was born from the background of political and religious events that existed on Penyengat Island at that time. This KRBL is written briefly but has the essence of a scientific message for each mastery. The results of this study, it can be seen that five important points in the ethics of power must be guarded by state leaders, namely maintaining religion and the state, being fair, welfare of the people, loyal and dedicated and maintaining togetherness and unity. According to Raja Ali Kelana, it is very important for every leader to uphold the normative ethical values of religion because power can easily lead to slipping into wrongdoing. From the analysis, this concept is in line with the ethics of power which is based on maqashid al-syari'ah. So it is very natural that the concept of power ethics idealized by Raja Ali Kelana is also called the maqashidi power ethic, which is an ethic that refers to the spirit of the values of maqashid al-sharia. Keywords: The ethics of Maqashidi; the ethics of power; Malay Manuscript; raja ali kelana Abstrak: Pemimpin memiliki kekuasaan untuk mengatur negara dengan tanggung jawab memberikan kesejahteraan, kesentosaan dan ketentraman. Namun, kuasa yang dimiliki seorang pemimpin juga bisa menjadi buruk bila disalahgunakan. Artikel ini hendak mengupas tentang etika pemimpin politik dalam Kitab Kumpulan Ringkas Berbetulan Lekas (KRBL) karya Raja Ali Kelana dalam perspektif maqashid al-syari’ah. Naskah yang menjadi khazanah keilmuan melayu ini ditelaah dengan pendekatan analisa konten. Dari kajian tersebu, bahwa karya ini lahir dari latar belakang peristiwa politik dan keimuan yang ada di pulau Penyengat ketika itu. KRBL ini ditulis secara ringkas namun memiliki sari pati pesan keilmuan bagi setiap penguasan. Dari hasil kajian terhadap naskah ini dapat diketahui bahwa lima poin penting dalam etika kekuasaan yang harus dijaga oleh pemimpin negara, yakni menjaga agama dan negara, bersikap adil, menyejahterakan rakyat, setia dan berdedikasi serta menjaga kebersamaan dan persatuan. Menurut Raja Ali Kelana, sangat penting bagi setiap pemimpin untuk memegang nilai etika normatif agama karena kekuasaan itu mudah membawa tergelincir kepada kezalimat. Dari hasil analisa, konsep ini sejalan dengan etika kekuasaan yang berlandaskan pada maqashid al-syari’ah. Maka sangat wajar apabila konsep etika kekusaan yang diidealkan Raja Ali Kelana ini disebut juga sebagai etika kekuasaan maqashidi, yakni suatu etika yang merujuk pada semangat nilai-nilai maqashid al-syariah. Kata kunci: etika maqashidi; etika kekuasaan; naskah melayu; raja ali kelana brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by E-Journal System IAIN Bengkulu (Institut Agama Islam Negeri)