Volume 7, Nomor 1 Maret 2023. p-ISSN : 2614-5251 e-ISSN : 2614-526X SELAPARANG. Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan 73 BUDIDAYA TANAMAN CABAI MERAH DALAM POT SEBAGAI STIMULUS ANAK USIA DINI DENGAN METODE PROJECT BASED LEARNING Jefri Pandu Hidayat 1) , Siti Munfarida 1) , Meidi Arisalwadi 2) , Wahyu Ainul Wafi 3) 1) Program Studi Teknologi Pangan, Institut Teknologi Kalimantan, Balikpapan, Kalimantan Timur, Indonesia 2) Program Studi Fisika, Institut Teknologi Kalimantan, Balikpapan, Kalimantan Timur, Indonesia 3) Program Studi Perancanaan Wilayah dan Kota, Institut Teknologi Kalimantan, Balikpapan, Kalimantan Timur, Indonesia Corresponding author : Jefri Pandu Hidayat E-mail : jefri.pandu@lecturer.itk.ac.id Diterima 1 Desember 2023, Direvisi 12 Januari 2023, Disetujui 12 Januari 2023 ABSTRAK Anak usia dini (0-6 tahun) memerlukan banyak stimulus perkembangan fisik dan otak hingga mencapai titik optimal. Pola kecerdasan pertumbuhan dicerminkan pada tiga macam bagian yaitu IQ, EQ, dan SQ. Anak-anak usia dini pada pemusatan belajar Arena Belajar KIDS masih memiliki kecenderungan untuk bermain gadget hingga lupa waktu. Salah satu solusinya adalah mengajak para siswa untuk menanam cabai di dalam pot. Bahan yang digunakan adalah bibit tanaman cabai merah, media tanam berupa tanah, pasir, dan kompos serta ditambahkan sekam pada permukaan tanah. Rasio antara tanah, pasir, dan kompos yang digunakan adalah 2:1:1 (v/v). Setelah empat bulan sejak acara pembukaan dan penyemaian benih cabai merah, terdapat 21 tanaman yang berhasil tumbuh dengan baik dengan rerata 37,38 cm; 4,5 buah; 44,71 buah secara berturut-turut tinggi tanaman, jumlah cabang, dan daun pada tanaman. Tingkat keberhasilan program penanaman cabai dalam pot sebesar 70% yang didorong dari hasil verifikasi para wali murid melalui kuisioner. Hasil verifikasi tersebut menyatakan bahwa program menstimulasi motorik anak dengan rerata baik (3,25). Diharapkan kerja sama dengan mitra terus berlanjut yang mengajak para murid untuk lebih peduli dengan lingkungan sekitar, seperti pembuatan kebun sayur terpadu atau perakitan hidroponik sebagi unjuk stimulus motorik pada anak usia dini. Kata kunci: cabai merah; media tanam; kecerdasan; usia dini ABSTRACT Early childhood (0-6 years) requires additional stimulus for physical and brain development to reach the optimal point. The intelligence growth pattern is reflected in three kinds of parts, namely IQ, EQ, and SQ. Children in the KIDS Learning Arena learning center still have a tendency to play with gadgets so they forget the time. The solution invited children to plant chilies in pots. The materials used are red chili plant seeds, planting media in the form of soil, sand, and compost then rice husk addition on surface level. The ratio between soil, sand, and compost was used at 2:1:1 (v/v). After four months after the opening and seeding of red chilies, there were 21 plants that managed to grow well with an average of 37.38 cm; 4.5 pieces; 44.71 fruit respectively plant height, number of branches, and leaves on the plant. The success rate of the chili planting program in pots is 70% which drove the results by their teacher verification through questionnaires with a good average (3.25). Hopefully, the cooperation will continue to encourage students to care more about its environment, such as building an integrated vegetable garden or hydroponic assembly as a demonstration of motor stimulation in early childhood. Keywords: red chilli; cultivation media; intelligence; child PENDAHULUAN Balikpapan, Kalimantan Timur sebagai salah satu calon wilayah ibu kota baru merupakan tempat yang potensial dalam pengembangan kegiatan pendidikan. Pendidikan sejak dini harus digalakkan agar tercetak generasi penerus yang cepat dan tanggap menghadapi situasi. Menurut data (Badan Pusat Statistik, 2021), anak usia dini di Indonesia hanya 5,21% yang menyukai membaca, sisanya lebih menyukai menonton televisi dan bermain gadget. Data tersebut dipaparkan bahwa 98% anak mengetahui tentang internet lalu 88,9% untuk mengakses media sosial dan 63% nya untuk akses hiburan. Dampak negatif dari anak yang cenderung bermain gadget adalah sikap acuh yang ditanamkan sejak dini sehingga berpengaruh pada rasa empati saat telah dewasa. Pola pertumbuhan dan perkembangan dicerminkan pada tiga macam bagian yaitu kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosional (EQ),