42 Harawati, et, al Pelatihan pembuatan keju mozzarella MOZZARELLA CHEESE AND PUDDING MAKING TRAINING TO INCREASE MILK SELLING PRICE PELATIHAN PEMBUATAN KEJU MOZARELLA DAN PUDING UNTUK MENINGKATKAN HARGA JUAL SUSU Erna Herawati 1 , Dian Maharani 2a , Nurul Hikmah 3 1, 2 Program Studi Matematika, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang 3 Program Studi Psikologi, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang a Korespodesi : Erna Herawati Email : dian.maharani@mat.uin-malang.ac.id (Diterima: 09-12-2023; Ditelaah: 10-12-2023; Disetujui: 02-02-2023) ABSTRACT This research was conducted through post-dairy processing of cow's milk into mozzarella cheese and pudding. The subjects of this study were residents of Ngenep Village, Karangploso District, Malang Regency, especially PKK women. With this training, it is hoped that the milk’s price will double, so that the public earning will increase. The method used in this research is Asset Based Community Development (ABCD) method. Keywords: training, mozzarella, pudding, ABCD. ABSTRAK Penelitian ini dilakukan melalui pelatihan pengolahan susu sapi pasca perah menjadi keju mozarella dan puding. Subjek penelitian ini adalah warga Desa Ngenep, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, khususnya ibu-ibu PKK. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan harga jual susu hasil perah menjadi berlipat, sehingga perekonomian masyarakat meningkat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Asset Based Community Development (ABCD). Kata kunci: pelatihan, mozarella, puding, ABCD. Herawati, E., Maharani, D. & Hikmah, N. (2023). Pelatihan Pembuatan Keju Mozarella dan Puding untuk Meningkatkan Harga Jual Susu. Jurnal Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat, 9(1) 42-47. PENDAHULUAN Desa Ngenep terletak di Kecamatan Karangploso, Kabupaten malang. Desa ini memiliki banyak potensi sumber daya alam. Sebagian dari potensi tersebut sudah diolah, seperti mata air sumber umbulan yang sudah menjadi tempat wisata. Tanahnya yang subur juga dimanfaatkan oleh warga untuk berkebun. Salah satu hasilnya adalah singkong. Singkong- singkong tersebut tidak semuanya dijual secara mentahan maupun dikonsumsi sendiri. Sebagian dari singkong-singkong tersebut diolah oleh masyarakat menjadi keripik, gaplek, dan lain-lain. Selain perkebunan, salah satu potensi yang ada di desa ini adalah peternakan. Banyak warga di desa ini yang masih menggantungkan hidupnya dari hasil peternakan. Berdasarkan hasil survei tanggal 24 Juni 2022, terdapat setidaknya lima penduduk yang memiliki ternak sapi perah, yaitu Pak Asnan, Pak Tholib, Pak Kusnaidi, Pak Suwardi, dan Pak Suparto. Masing-masing peternakan memiliki sekitar 10 ekor sapi atau lebih. Setiap sapinya rata-rata menghasilkan 25 liter susu per harinya. Sayangnya, susu-susu itu dijual secara mentahan ke KUD