Analisis Peran Kesenian Reog Kendang ............. Sibit Werda Anugrah Kinasen, Nadya Khusna Alfany, Anggoro Putranto 79 Analisis Peran Kesenian Reog Kendang Sebagai Upaya Meningkatkan Nilai Moral Pelajar di Wilayah Kabupaten Tulungagung Sibit Werda Anugrah Kinasen, Nadya Khusna Alfiany, Anggoro Putranto Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung sibitwerda29@gmail.com, Fiaacrips@gmail.com, anggoroputranto89@gmail.com Abstract The original Reog Kendang art comes from Tulungagung Regency which was formed based on a folk dance composition created in 1978, this dance presents the process of troop soldiers from the Kedhiri Kingdom who followed Queen Kilisuci's procession to Mount Kelud to witness the conditions that queen Kilisuci gave to Jathasura. The people of Tulungagung know this art as a simple entertainment that can be performed by six dancers simultaneously dancing and beating the dhodhog drums. Instilling moral values in a student can be done through art, especially the Reog Kendang art. This art teaches children to have courtesy, cooperation, responsibility and so on in order to create and present beautiful art. Keyword: Dance, Reog Kendang, Arts, Morals Abstrak Kesenian Reog Kendang asli berasal dari Kabupaten Tulungagung yang terbentuk berdasarkan gubahan tari rakyat yang diciptakan pada tahun 1978, tarian ini menyajikan proses para prajurit pasukan dari Kerajaan Kedhiri yang mengikuti arak-arakan Ratu Kilisuci ke Gunung Kelud untuk menyaksikan syarat yang ratu kilisuci berikan kepada Jathasura. Masyarakat Tulungagung mengenal kesenian ini untuk hiburan sederhana yang bisa dibawakan oleh enam orang penari secara bersamaan menari dan menabuh gendang dhodhog. Menanamkan nilai-nilai moral pada seorang siswa dapat dilakukan melalui kesenian khususnya kesenian Reog Kendang. Kesenian ini mengajarkan anak-anak untuk memiliki sopan santun, koorperatif, tanggung jawab dan lain sebagainya guna menciptakan dan menyuguhkan kesenian yang indah Kata Kunci: Tari, Reog Kendang, Seni, Mora PENDAHULUAN Indonesia merupakan bentuk suatu negara yang memiliki aneka macam budaya. Adanya budaya yang beraneka ragam ini menjadi daya tarik serta suatu bentuk adanya persatuan dan kesatuan guna mempersatukan bangsa Indonesia menjadi satu kesatuan. Dengan adanya budaya, masyarakat Indonesia bisa bersatu padu untuk mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pada era kini, pola kehidupan masyarakat sudah berubah. Berbeda dengan zaman dahulu dimana budaya lokal masih sangat kental dalam kehidupan masyarakat, kini budaya serta kesenian yang ada hampir tidak pernah tersentuh dan dikenal oleh generasi mudal. Hal tersebut merupakan dampak dari adanya globalisasi. Generasi muda cenderung mengikuti trend serta tradisi dan kesenian dari luar seperti dance dan fashion dari luar negeri (Nahak, 2019). Di Indonesia hampir seluruh wilayahnya memiliki kebudayaan lokal. Dimana setiap kebudayaan memiliki cerita sejarah dan nilai-nilai moral yang terkandung didalamnya. Menurut (Faiz & Soleh, 2021) dalam (Faiz dkk., 2020) menjelaskan bahwa nilai dari kerarifan lokal saat ini akan menjadi hal yang mengkhawatirkan pada era globalisasi seperti sekarang ini. Nilai-nilai penting dari adanya kerarifan lokal pada budaya serta kesenian masyarakat harusnya agar selalu dirawat dan dipertahankan agar masyarakat memiliki kewajiban serta tanggungjawab dalam hal menjaga serta melestarikan budaya dan kesenian yang sudah ada (Niman, 2019). Di Jawa Timur khususnya pada daerah Kabupaten Tulungagung memiliki potensi kesenian khas daerah setempat yang saat ini menjadi icon dari kabupaten tersebut. Kesenian ini adalah berupa tarian yang dikenal dengan kesenian Tari Reog Kendang. Reog Kendang ialah suatu bentuk tarian yang diiringi oleh musik tradisional. Dalam tarian tersebut mengandung unsur sejarah didalamnya serta nilai-nilai moral dimana kesenian PUSTAKA Vol. 23, No. 2 • 79 – 83 Terakreditasi Sinta-5, SK No: 105/E/KPT/2022 p-ISSN: 2528-7508 e-ISSN: 2528-7516