Religious: Jurnal Agama dan Lintas Budaya. Vol. 1 No. 1 (September 2016): 62-51 Website: http://journal.uinsgd.ac.id/index.php/Religious ISSN: 2528-7249 (online) 2528-7230 (print) A. PENDAHULUAN Pluralisme agama merupakan kondisi masyarakat Indonesia yang tidak dapat di pungkiri, dan kondisi ini bisa sebagai pemicu konflik, bila agama dipahami hanya terbatas pada persoalan pribadi. Agama tidak lagi merupakan kekuatan social dan tidak lagi mempengaruhi serta membentuk persepsi dunia, atau dapat mengatasi segala macam persoalan social, tetapi dilema bagi masyarakat Indonesia ada di sini. Bagaimana mungkin dapat memisahkan masalah ras, agama dan juga daerah dari kehidupan bangsa. Yang harus kita pahami sekarang adalah bagaimana menghadapi tangtangan pluralitas keagamaan seperti itu. Dalam kondisi masyarakat seperti ini keberadaan Studi Perbandingan Agama sangat penting untuk di kembangkan, tetapi sudah lebih dari empat puluh tahun Ilmu ISLAM DAN STUDI AGAMA-AGAMA DI INDONESIA Roro Sri Rejeki Waluyajati Jurusan Perbandingan Agama Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung Jl. A.H. Nasution 105 Cibiru, Bandung 40614, Indonesia. E-mail: enci.roro@gmail.com Herlina Nurani Alumni Perbandingan Agama Fakultas Ushuluddin dan Mahasiswa Religious Studies UIN Sunan Gunung Djati Bandung E-mail: nuranienci@gmail.com __________________________ Abstract The purpose of this study was to determine the problems faced by the Department of Comparative Religion in Indonesia especially in UIN, Bandung, Jakarta, and Yogyakarta. The problems could be experienced by the students or by the department, in both academic field and student affairs, besides among academic authors also wish to express how the perspective of rural communities, in the village area of West Bandung Cibenda about majoring in comparative religion, is it true this course can not be accepted by society, especially rural areas? The results showed that there was the strong relationship between exclusive religious attitudes and religious conflict in society. The exclusive attitude could trigger conflict easily. In this situation, the existence of the Department of Comparative Religion is needed, as an academic medium which task is to produce mediators, who can reduce or reconcile religious conflicts through mainstreaming inclusive and pluralist religious attitudes in society. Unfortunately, the existence of this Department has not been promoted well. So that, people have not perceived this department well. Keywords: Religious Studies; Pluralism; Tolerance. __________________________ Abstrak Artikel ini bertujuan untuk mengetahui problematika apa saja yang di hadapi oleh Jurusan Perbandingan Agama di Indonesia secara umum dan ketiga UIN yaitu Bandung, Jakarta dan Yogyakarta secara khusus, baik persoalan yang dialami oleh pihak mahasiswa dan Jurusan dalam bidang akademik ataupun kemahasiswaan, selain dikalangan akademik, penulis juga ingin mengungkapkan bagaimana persfektif masyarakat pedesaan tepatnya di Desa Cibenda daerah Bandung Barat tentang jurusan perbandingan agama, benarkah jurusan ini tidak bisa diterima oleh masyarakat khususnya pedesaan? Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya hubungan sikap keberagamaan yang ekslusif di masyarakat menjadi pemicu konflik agama mudah terjadi. Keberadaan Jurusan Perbandingan Agama sangat dibutuhkan sebagai media akademik yang mampu mencetak mediator pendamai konflik agama, melalui penanaman sikap keagamaan yang inklusif dan pluralis di masyarakat, tetapi keberadaan Jurusan ini belum terpromosikan dengan baik sehingga eksistensinya belum dapat dirasakan oleh masyarakat. Kata Kunci: Religious Studies; Pluralisme; Toleransi. __________________________ brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by eJournal of Sunan Gunung Djati State Islamic University (UIN)