Buletin Veteriner Udayana Volume 8 No. 1: 25-29 p-ISSN: 2085-2495; e-ISSN: 2477-2712 Pebruari 2016 25 Frekuensi Respirasi Sapi Bali Betina Dewasa Di Sentra Pembibitan Sapi Bali Desa Sobangan, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung (RESPIRATION FREQUENCYON A BALI CATTLE ADULT FEMALE AT BALI CATTLE BREEDING CENTERS SOBANGAN VILLAGE, MENGWI, BADUNG) Priska Mariane Serang 1 , I Nyoman Suartha 2 , I Putu Gede Yudhi Arjentinia 2 1 Mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana, 2 Laboratorium Diagnosa Klinik Veteriner Universitas Udayana, Jl. PB. Sudirman Denpasar-Bali Email: pikhaserang@gmail.com ABSTRAK Sapi bali betina menjadi salah satu prioritas dalam memperbaiki genetik sapi lokal karena keunggulannya dalam bidang produksi dan reproduksi dibandingkan dengan sapi-sapi lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil respirasi sapi bali betina dewasa di sentra pembibitan sapi bali Desa Sobangan, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung yang memiliki rata- rata ketinggian 350 meter di atas permukaan laut serta curah hujan mencapai sekitar 2,029 mm. Penelitian menggunakan 20 ekor sapi bali betina dewasa berumur 1,5 tahun sampai 4 tahun. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan pemeriksaan dan pengamatan pada pagi, siang dan sore hari. Parameter yang diamati adalah frekuensi respirasi. Hasil penelitian diperoleh rataan frekuensi respirasi pagi hari 16,05±0,82 pada suhu lingkungan 25 o C, siang hari 20,95±0,88 pada suhu lingkungan 32 o C, dan sore hari 19,80±1,57 pada suhu lingkungan 29 o C. Hasil ini menunjukkan bahwa frekuensi respirasi pada sapi bali betina dapat berubah sesuai dengan kondisi lingkungan dan faktor pendukung lainnya. Kata kunci: sapi bali betina, frekuensi respirasi, Sobangan ABSTRACT Bali cattle females to be one of the priorities in repairing genetic local cattle because of its superiority in the field of production and reproduction compared to other cattles. This research aims to determine the respiration profile on a bali cattle adult female at Bali cattle breeding centers Sobangan village, Mengwi sub district, Badung regency, which has an average altitude of 350 meters above sea level and rainfall reached around 2029.0 mm. This research used 20 bali cattle adult female age 1.5 years to 4 years. Data collected by examination and observation were performed in the morning, afternoon and evening. The observed parameters are the frequency of respiration. The results obtained by the average frequency of respiration morning of 16.05±0.82 at 25°C ambient temperature, daylight 20.95±0.88 at 32°C ambient temperature, and the afternoon of 19.80±1.57 at 29°C ambient temperature. These results indicate that the frequency of respiration in Bali cattle females can be changed according to environmental conditions and other contributing factors. Keywords: female bali cattle, respiration frequency, Sobangan PENDAHULUAN Sapi bali merupakan jenis sapi potong yang termasuk dalam salah satu aset nasional yang cukup potensial dalam pengembangan industri ternak di Indonesia (Talib, 2002). Menurut Kadarsih (2004) upaya perbaikan mutu genetik sapi lokal, sapi bali betina menjadi salah satu prioritas karena