PENGARUH FUNGI Aspergillus flavus, Aspergillus terreus, DAN Trichoderma harzianum TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT Avicennia officinalis (Effect of Fungi Aspergillus flavus, Aspergillus terreus and Trichoderma harzianum on Seedling Growth of Avicennia officinalis) Indah K Sihombing 1 , Yunasfi 2 , Budi Utomo 2 1 Mahasiswa Program Studi Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara,Jl. Tridarma Ujung No. 1 Kampus USU Medan 20155 (Penulis Korespondensi, Email: indahsihombing.is@gmail.com) 2 Staf Pengajar Program Studi Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara ABSTRACK Mangrove has the ability to absorb organic and inorganic from environment. Fungi in mangrovecan decompotition of litter and neutralize the accumulation of heavy metals. This research can provide information on the types of fungi are able to increase growth of seedlingA. officinalis. This research was conducted from October 2014 until January 2015 using a completely randomized design (CRD) with treatment application three types of fungi and five replications. There are three types of fungi namely appliedA. flavus, A.tereus and T. harzianum. Application ofT. Harzianumgave the best result on seedling growth parameter of A. Officinaliswith an average height 26.04 cm, application of A. Flavusgave the best diameter growth, the best leaf area and total dry weight of A. Officinaliswith an average diameter 0.62 cm, leaf area total 66238,6 cm 2 and total dry weight 2.82 g, higher than the average of control. Keywords: Avicennia officinalis, fungi, mangrove, acumulation. PENDAHULUAN Hutan mangrove adalah tipe hutan yang khas yang terdapat di sepanjang pantaiatau muara sungai yang dipengaruhi oleh pasang air laut. Mangrove tumbuh pada pantai-pantai yang terlindung atau pantai-pantai yang datar. Biasanya tempat yang tidak ada muara sungainya hutan mangrove sedikit, namun pada tempat yang mempunyai muara sungai besar dan delta yang aliran sungainya banyak mengandung lumpur dan pasir, mangrove biasanya tumbuh meluas. Mangrove tidak tumbuh di pantai yang terjal dan berombak besar dengan arus pasang-surut yang kuat karena hal ini tidak memungkinkan terjadinya pengendapan lumpur dan pasir yang merupakan substrat yang dibutuhkan untuk pertumbuhan mangrove (Odum, 1996). Indonesia merupakan satu diantara negara yang mempunyai hutan mangrove paling luas di dunia. Pada tahun 2010 Giri dkk., (2011) menyebutkan bahwa Indonesia memiliki hutan mangrove dengan luas 3.112.989 Ha yang merupakan 22,6 % dari total luas hutan mangrove di seluruh dunia. Walaupun mangrove Indonesia merupakan yang terluas di dunia namun kondisinya semakin menurun dari tahun ke tahun akibat degradasi hutan. Tumbuhan mangrove memiliki kemampuan khusus untuk beradaptasi dengan kondisi lingkungan yang ekstrim, seperti kondisi tanah yang tergenang, kadar garam yang tinggi serta kondisi tanah yang kurang stabil. Dengan kondisi lingkungan yang seperti itu, beberapa jenis mangrove mengembangkan mekanisme yang memungkinkan secara aktif mengeluarkan garam dari jaringan, sementara yang lainnya mengembangkan sistem akar nafas untuk membantu memperoleh oksigen bagi sistem perakarannya. Dalam hal lain, beberapa jenis mangrove berkembang dengan buah yang sudah berkecambah sewaktu masih di pohon induknya atau vivipar (Rusila,dkk., 1993). Beberapa jamur dilaporkan mempunyai potensi sebagai agen pengendali hayati dari jamur patogenik. Diantaranya adalah Trichoderma spp. (Baker, 1984). Diantara berbagai jenis tumbuhan mangrove, pohon api-api (Avicennia sp) merupakan jenis mangrove sejati dan pionir dan sangat baik dalam menstabilkan tanah sehingga berpotensi untuk dikembangkan menjadi tanaman rehabilitasi. Dalam kegiatan rehabilitasi dibutuhkan tanaman yang dapat cepat tumbuh, untuk memperoleh tanaman tersebut maka diperlukan aplikasi fungi yang dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman Avicennia officinalis. Beberapa jamur dilaporkan mempunyai potensi sebagai agen pengendali hayati dari jamur patogenik. Diantaranya adalah Trichoderma spp. (Baker, 1984). Salah satu mikroorganisme fungsional yang dikenal luas sebagai pupuk biologis tanah adalah jamur Trichoderma sp. Spesies Trichoderma disamping sebagai organisme pengurai, dapat pula berfungsi sebagai agen hayati dan stimulator pertumbuhan tanaman. Beberapa spesies Trichoderma telah dilaporkan sebagai agensia hayati seperti T. harzianum, T. viridae, dan T.konigii yang