1485 Bahan Ajar Menulis Naskah Drama Bermuatan Nilai Toleransi untuk Siswa Kelas VIII SMP/MTS Isnaini Indra Nur Hayati 1 , Nurhadi 1 , Azizatuz Zahro 1 1 Pendidikan Bahasa Indonesia-Universitas Negeri Malang INFO ARTIKEL ABSTRAK Riwayat Artikel: Diterima: 01-08-2021 Disetujui: 22-09-2021 Abstract: This developmental research of teaching materials for writing drama scripts which contain tolerance values was constructed based on the students’ need in writing drama scripts. The purpose of this research is to apply the values of tolerance in their daily life in writing drama scripts. This research uses the method of Borg and Gall which is modified into seven stages. Expert tests were carried out on tolerance material experts, teaching media development experts, and practitioners. In the expert test, it was found that the presentation feasibility score was 85%, the graphic feasibility was 83%, the language feasibility was 83%, and the tolerance value aspect was 90%. Based on these results, it can be concluded that teaching materials for writing drama scripts which contain tolerance values are very feasible and can be implemented for the students. Abstrak: Penelitian pengembangan ini merupakan bahan ajar menulis drama bermuatan nilai toleransi ini dibuat berdasarkan kebutuhan siswa dalam menulis naskah drama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menerapkan nilai-nilai toleransi dalam keseharian dalam naskah drama. Penelitian ini menggunakan metode dari Borg dan Gall yang dimodifikasi menjadi tujuh tahapan. Uji produk dilakukan oleh ahli materi toleransi, ahli pengembangan media bahan ajar, dan praktisi. Dalam uji ahli didapatkan skor kelayakan penyajian 85%, kelayakan kegrafikan 83%, kelayakan bahasa 83%, dan aspek nilai toleransi 90% Berdasarkan hasil tersebut, kesimpulannya adalah bahan ajar menulis naskah drama bermuatan nilai toleransi sangat layak dan dapat diimplementasikan. Kata kunci: teaching materials; write plays; tolerance value; bahan ajar; menulis naskah drama; nilai toleransi Alamat Korespondensi: Isnaini Indra Nur Hayati Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Negeri Malang Jalan Semarang 5 Malang E-mail: isnainiindra05@gmail.com Bahan ajar adalah salah satu aspek penting di dalam pembelajaran. Bahan ajar berisi materi dan latihan-latihan. Bahan ajar berfungsi sebagai sarana untuk menunjang peserta didik memahami materi yang diajarkan. Prastowo (2015) menyatakan bahan ajar berisi semua bahan yang ditata dengan terstruktur yang memperlihatkan wujud lengkap dari kemampuan yang hendak dikuasai oleh peserta didik. Sejalan dengan pendapat Prastowo, Sadjati (2013) menyebutkan yakni bahan ajar yang dimanfaatkan dengan maksimal akan menjadi faktor penting dalam keberhasilan pembelajaran. Oleh karena itu, bahan ajar dibutuhkan untuk memaksimalkan penguasaan materi melalui latihan-latihan yang sesuai dengan kompetensi dan empat keterampilan bahasa, yakni membaca, menyimak, menulis serta berbicara. Salah satu kegiatan menulis yang sulit menurut peserta didik adalah keterampilan menyusun skenario drama. Kesulitan yang dihadapi peserta didik dalam menyusun skenario drama terdapat pada menentukan alur cerita. Beberapa peserta didik kesulitan menulis sebuah karangan disebabkan oleh empat hal. Pertama, kurangnya ide atau gagasan yang dimiliki peserta didik. Kedua, kurangnya ketertarikan peserta didik terhadap aktivitas menulis. Ketiga, tidak adanya apresiasi dari lingkungan terhadap karya peserta didik. Keempat, kurangnya kreativitas peserta didik dalam mengungkapkan ide dalam tulisan. Dalam kurikulum 2013, materi menulis naskah drama ialah salah satu keterampilan dalam berbahasa yang wajib dikuasai oleh peserta didik kelas VIII SMP/MTs. Pada pembelajaran menulis skenario drama, guru menyajikan beberapa contoh skenario drama pada buku teks Bahasa Indonesia, naskah drama yang dilombakan, dan naskah drama diunduh dari internet. Melalui pembelajaran menyusun naskah drama, peserta didik diharapkan bisa memproduksi tulisan yang baik dan dapat memperbaiki kesalahan yang ada pada tulisan. Selain itu, dalam menyusun naskah drama harus memperhatikan struktur naskah drama. Dalam menyusun naskah drama, peserta didik dapat menentukan topik berupa isu yang sedang atau sudah dialami. Isu yang dapat dibahas dalam naskah drama adalah fenomena sosial berupa toleransi dalam masyarakat. Peserta didik dapat menuliskan fenomena sosial yang berupa toleransi dalam masyarakat dengan menjelaskan dan juga menanggapi fenomena yang terjadi. Suparlan (2008) menyatakan bahwa toleransi adalah tingkah laku saling menghormati dengan tidak membeda-bedakan suku, jenis kelamin, penampilan, kultur, kepercayaan, kemampuan, atau orientasi seksual. Tersedia secara online http://journal.um.ac.id/index.php/jptpp/ EISSN: 2502-471X DOAJ-SHERPA/RoMEO-Google Scholar-IPI Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Volume: 6 Nomor: 9 Bulan September Tahun 2021 Halaman: 1485—1488