Prosiding Psikologi http://dx.doi.org/10.29313/.v0i0.28226 173 Kajian Pemberian Pictorial Health Warning (PHW) Sebagai Usaha untuk Menurunkan Intensi Merokok Putri Nur Pratiwi, Stephani Raihana Hamdan Prodi Psikologi, Fakultas Psikologi Universitas Islam Bandung Bandung, Indonesia putri98nurpratiwi@gmail.com AbstractTobacco is one of the ingredients in cigarettes that may cause health problems. smoking is an activity that we usually find in Indonesia. Its users ranging from adults, teenagers to children have started smoking. Teenagers smokers have increased every year and this is a problem that afflicts. Efforts made by the government to reduce the number of smokers are with Pictorial Health Warnings printed on cigarette packs as messages conveyed through visual communication. The purpose of this study was to determine how high the pictorial health warnings listed on cigarette packs are on the intensity of smoking in adolescents. The method used is a quasi-experimental method with a design without pre-treatment measurements. The measuring instrument uses Intentions by Ajzen (2005) adapted by (Stephani Raihana Hamdan, 2015) and Pictorial Health Warnings (Jufri, 2017). Data analysis used T-test and Kruska Wallis. The subjects were 15 subjects in each experimental group and control group. The results of this study showed that there was no significant difference between the average smoking intensity in the control group and the experimental group Sig. (2 tailed) 0.410>0.05 and there was no difference between the treated groups in the experimental group 0.994>0.05. KeywordsIntensi, Merokok, Peringatan Kesehatan Bergambar. AbstrakTembakau adalah salah satu bahan yan terdapat dalam rokok yang berpotensi menyebabkan terganggunya kesehatan. Merokok merupakan aktivitas yang sudah biasa kita temukan di Indonesia. Para penggunanya mulai dari dewasa, remaja hingga anak-anak sudah mulai merokok. Perokok remaja mengalami kenaikan tiap tahunnya dan ini menjadi masalah yang memprihatinkan. Usaha yang dilakukan pemerintah untuk menurunkan jumlah perokok yaitu dengan Pictorial Health Warning yang tertera pada bungkus rokok sebagai pesan yang disampaikan melalui komunikasi visual. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan informasi seberapa pengaruh Pictorial Health Warning yang tertera pada bungkus rokok terhadap intensi merokok pada remaja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode quasi experiment dengan rancangan post-test only control group design. Alat ukur menggunakan Ajzen (2005) Theory of Planned Behavior yang diadaptasi oleh (Stephani Raihana Hamdan, 2015) dan Pictorial Health Warning ( Jufri, 2017). Dalam penelitian ini menggunakan t-test dan kruska wallis. Jumlah subjek dalam penelian ini adalah 15 subjek pada masing-masing kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil penelitian ini menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan antara rata- rata intensi merokok pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen Sig. (2 tailed) 0,410>0,05 dan tidak terdapat perbedaan antara kelompok treatment pada kelompok eksperimen 0,994>0,05. Kata KunciIntensi , Merokok, Pictorial Health Warning. PENDAHULUAN Merokok sudah menjadi hal yang biasa ditemukan di Indonesia, bahkan tidak hanya orang dewasa, namun dari kalangan anak-anak dan remaja juga ikut menyumbang dalam populasi perokok di Indonesia. Remaja menjadi penyumbang yang terus mengalami peningkatan prevalensi merokok (WHO, 2020). Efek samping yang dihasilkan karena merokok dapat menimbulkan penyakit ringan hingga berbahaya. Seperti peringatan bahaya merokok pada bungkus rokok, baik secara tulisan maupun gambar Penelitian mengenai peringatan kesehatan bergambar di Indonesia juga berpengaruh pada intensi berhenti merokok (Hamdan, 2015), adanya perubahan sikap dalam perilaku merokok dipengaruhi juga oleh tingginya pendidikan, pengetahuan yang baik, persepsi baik tentang gambar peringatan bahaya merokok (Hutabarat et al., 2019). Walaupun ada pengaruhnya, tetapi dinilai belum maksimal karena, Peringatan Kesehatan Bergambar yang diterapkan di Indonesia sendiri masih menggunakan ukuran gambar dengan presentasi terkecil yaitu 40% dari bungkus rokok. Berbeda dengan negara lainnya yang menerapkan >70% ke atas dan memberikan dampak yang luar biasa (Uly, 2020). Pada penelitian ini Peringatan Kesehatan Bergambar sebagai IV dan Intensi merokok sebagai DV dengan subjek penelitian yaitu perokok remaja yang diketahui bahwa di Indonesia jumlah remaja yang merokok sebanyak 9,1 juta jiwa berdasarkan data tahun 2018 (Sumardiyani, 2018). Hal ini menjadi sangat memprihatikan dengan angka yang terus meningkat tiap tahunnya. Karena pictorial health warning adalah peringan berupa komunikasi visual maka penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen ( post-test only control group) dengan memberikan 5 gambar peringatan kesehatan bergambar pada bungkus rokok kepada 15 remaja perokok berusia 16-18 tahun pada masing-masing kelompok eksperimen dan kelompok kontrol untuk melihat pengaruh ke lima gambar terhadap intensi merokok remaja laki-laki di kota bandung. Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka