JUPE, Vol. 3 No. 3 ISSN 2548-5555 Desember 2018 Jurnal Pendidikan Mandala Penerapan Pembelajaran Kooperatif Jigsaw Terhadap Peningkatan Kemampuan Komunikasi Dan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Smp Swasta Lombok Timur Samsul Hadi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Institut Pendidikan Nusantara Global Indonesia, 83511 samsulhadi@nusantaraglobal.ac.id Abstrak. Tujuan penilitian adalah untuk menganalisis penerapan pembelajaran koperatif Jigsaw dalam meningkatkan kemampuan komunikasi matematika dan pemecahan masalah siswa dalam pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif berbasis tindakan kelas. Jumalah partisipan dalam penelitian ini adalah 35 siswa kelas VIII di salah satu SMP Swasta di kabupaten Lombok Timur, NTB pada semester ganjil tahun ajaran 2018-2019. Hasil penelitian yaitu; (1) pembelajaran koperatif Jigsaw dapat meningkatkan kemampuan komunikasi dan pemecahan masalah siswa SMP, (2) siswa memliki respon positif terhadap proses pembeljaran menggunakan pembelajaran koperatif tipe Jigsaw, dan (3) skor rata-rata pada tes di tiap siklus sudah menunjukan setiap tes mata pada tiap siklus menunjukkan terjadi peningkatan skor rata-rata matematika siswa. Kata Kunci: Koperatif Jigsaw, Komunikasi Matematika, Pemecahan Masalah Abstract. The purpose of this research is to analyze the application of Jigsaw cooperative learning in improving students' mathematical communication skills and problem solving in learning. This research is a descriptive qualitative research based on class action. The number of participants in this study were 35 students of class VIII in one private junior high school in the district of East Lombok, NTB in the odd semester of the 2018-2019 school year. The results of the study are; (1) Jigsaw cooperative learning can improve communication skills and problem solving of junior high school students, (2) students have a positive response to the learning process using Jigsaw type cooperative learning, and (3) the average score on the tests in each cycle has shown each eye test in each cycle showed an increase in the average mathematical score of students. Keywords: Cooperative Jigsaw, Mathematical Communication, Problem Solving PENDAHULUAN Salah satu paradigma dalam pembelajaran matematika yang umum terjadi di kelas adalah pembelajaran konvensional. Metode pembelajaran konvensional di dalam kelas lebih menjadikan budaya mencatat tanpa proses berpkir analitis siswa dalam menerima apa adanya solusi pemecahan masalah matematika dari guru tanpa melibatkan pemahaman siswa. kondisi ini akan menjadi masalah dalam pembelajaran karena siswa cenderung pasif dan membeo sehingga kemampuan siswa dalam membangun konsep rendah dan mengakibatkan siswa sulit memahami materi matematika Hal ini terjadi karena skema-skema yang dimiliki siswa tidak berfungsi dalam membangun konsep. Selain itu, kemampuan abstraksi siswa dalam menyusun konsep-konsep matematika tidak meningkat dan dampaknya siswa kesulitan dalam membuat generalisasi terhadap problem solving matematika. Dalam pembelajaran matematika kreativitas siswa dalam membangun konsep- konsep baru juga akan terhambat padahal pembelajaran yang diharapkan seharusnya adalah pembelajaran konstruktivis, yaitu siswa diharapkan dapat membangun konsep-konsep baru baru berdasarkan skema-skema yang telah ada pada diri siswa berdasarkan pengalaman- pengalaman siswa sebelumnya. Situasi di lapangan di atas, kontras dengan banyak teori belajar yang dimunculkan oleh para ahli seperti Jean Piaget, Gagne, Brunner, David Ausebel, dan Vygotsky. Semua para ahli learning theorist di atas telah mengkaji dan membahas tentang intelektual dan hakikat