p-ISSN 2477-2798|e-ISSN 2614-1787 JURNAL ILMIAH FLASH Vol. 8 No. 2, Halaman: 109 - 117 Desember 2022 KOMPARASI ALGORITMA KLASIFIKASI UNTUK MEMPREDIKSI KELULUSAN MAHASISWA PROGRAM STUDI TEKNIK KOMPUTER JARINGAN Petrisia Widyasari Sudarmadji 1 *, Nikson Fallo 2 , dan Yohanes Suban Peli 3 1,2,3 Politeknik Negeri Kupang 1,2,3 Jl. Adisucipto PO.BOX 139 Penfui – Kota Kupang - NTT * E-mail: petrisia.pnk@gmail.com Abstrak Tingkat kelulusan mahasiswa dalam suatu institusi pendidikan sangatlah penting karena selain untuk tetap menjaga kredibilitas institusi tersebut, tingkat kelulusan juga berperan dalam menjaga rasio antara mahasiwa dengan dosen agar tetap dalam takaran yang tepat. Untuk itu, informasi yang cepat, tepat, dan akurat tentang klasifikasi tingkat kelulusan mahasiswa akan sangat dibutuhkan pihak institusi sehingga dapat dijadikan strategi ataupun solusi yang tepat dalam upaya meningkatkan trend positif terkait tingkat kelulusan mahasiswa. Jumlah kelulusan mahasiswa Program Studi Teknik Komputer dan Jaringan pada Politeknik Negeri Kupang cenderung mengalami penurunan jumlah wisudawan setiap tahun sehingga menjadi polemik internal. Sedangkan saat ini sebuah Perguruan Tinggi atau Universitas dituntut untuk selalu memiliki keunggulan bersaing dengan memanfaatkan semua sumber daya yang dimilikinya. Selain sumber daya sarana, prasarana, dan manusia, sistem informasi adalah salah satu sumber daya yang dapat digunakan untuk meningkatkan keunggulan bersaing. Salah satu disiplin ilmu yang mempelajari metode untuk mengekstrak pengetahuan atau menemukan pola dari suatu data yang besar adalah Data Mining. Data mining adalah proses melakukan ekstraksi untuk mendapatkan informasi penting yang sifatnya implisit dan sebelumnya tidak diketahui, dari suatu data. Ada 5 peranan utama data mining, yaitu: Estimasi, Prediksi, Klasifikasi, Klastering, dan Asosiasi. Algoritma yang di gunakan pada penelitian ini lebih dari satu model sehingga penulis Mengkomparasi Algoritma Klasifikasi Untuk Memprediksi Kelulusan Mahasiswa, serta memining knowledge dari dataset kelulusan mahasiswa untuk : membandingkan algoritma yang paling akurat dalam penentuan klasifikasi kelulusan mahasiswa. Algoritma- algoritma yang digunakan adalah Logistic Regression, Decision Tree Classifier, KNeighbors Classifier, SVC, Random Forest Classifier, Gradient Boosting Classifier dan GaussianNB. Kata kunci: data mining, algoritma, kelulusan, klasifikasi, mahasiswa PENDAHULUAN Mahasiswa adalah seseorang yang sedang dalam proses menimba ilmu ataupun belajar dan terdaftar sedang menjalani pendidikan pada salah satu bentuk perguruan tinggi yang terdiri dari akademik, politeknik, sekolah tinggi, institut dan universitas [9] . Menurut Siswoyo [13] mahasiswa dapat didefinisikan sebagai individu yang sedang menuntut ilmu di tingkat perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta atau lembaga lain yang setingkat dengan perguruan tinggi. Mahasiswa di nilai memiliki tingkat intelektualitas yang tinggi, kecerdasan dalam berpikir dan kerencanaan dalam bertindak. Berpikir kritis dan bertindak dengan cepat dan tepat merupakan sifat yang cenderung melekat pada diri setiap mahasiswa, yang merupakan prinsip yang saling melengkapi. Ciri intelektualitas ini adalah kemampuan mahasiswa dalam menghadapi masalah dan mencari pemecahan masalahnya secara lebih sistematis [2] . Mengetahui tingkat kelulusan mahasiswa dalam suatu institusi pendidikan sangatlah penting. Selain untuk tetap menjaga kredibilitas institusi tersebut, tingkat kelulusan juga berperan dalam menjaga rasio antara mahasiwa dengan dosen agar tetap dalam takaran yang tepat. Untuk itu, informasi yang cepat, tepat, dan akurat tentang klasifikasi tingkat kelulusan mahasiswa akan sangat dibutuhkan supaya pihak institusi dapat membuat strategi ataupun solusi yang tepat agar dapat menjaga bahkan meningkatkan trend positif terkait tingkat kelulusan mahasiswa. Demikian juga dengan jumlah kelulusan mahasiswa Program Studi Teknik Komputer dan Jaringan pada Politeknik Negeri Kupang, yang cenderung mengalami penurunan jumlah wisudawan setiap tahun. Hal ini menjadi polemik internal, oleh karena rasio jumlah kelas yang banyak tidak sebanding dengan jumlah mahasiswa yang lulus setiap tahun. Sedangkan saat ini sebuah perguruan