7 Analisis Dinamika Kemiskinan (Poverty Dynamics) di Bali Berdasarkan Data Susenas Panel 2008 – 2010 Ni Made Inna Dariwardani *) Badan Pusat Statistik Provinsi Bali ABSTRAK Analisis dinamika kemiskinan (poverty dynamics) mengupas fenomena kemiskinan dilihat dari dimensi waktu. Analisis ini memungkinkan untuk melihat persentase penduduk yang tetap miskin, jatuh miskin, maupun keluar dari kemiskinan dalam jangka waktu tertentu. Mereka yang tetap miskin dari waktu ke waktu (miskin kronis/cronic poverty) harus diberikan sentuhan kebijakan yang berbeda dengan mereka yang sementara miskin (transient poverty). Dengan memanfaatkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Panel 2008, 2009, dan 2010, penelitian ini menganalisa kemiskinan dinamis dalam tataran regional yaitu Provinsi Bali. Sebesar 1,86 persen penduduk Bali mengalami kemiskinan kronis selama kurun waktu 2008 – 2010, sedangkan sebanyak 8,69 persen rumahtangga di Bali mengalami kerentanan terhadap kemiskinan (miskin sementara) dalam periode tersebut. Kemiskinan kronis membutuhkan jenis kebijakan yang mampu meningkatkan kapasitas manusianya (human capital development) seperti pendidikan dan pelatihan, sementara mereka yang rentan miskin membutuhkan jenis kebijakan yang dapat meredam gejolak pendapatan mereka seperti bantuan tunai maupun asuransi kesehatan dan pendidikan. Kata kunci: dinamika kemiskinan, kemiskinan kronis, kemiskinan sementara, rentan miskin Analysis of Poverty Dynamics in Bali Base On Susenas Panel Data 2008-2010 ABSTRACT Poverty dynamics is associated with the analysis of poverty over time, which examines who stays, moves into, and moves out of poverty in the given period. Those who stays in poverty from time to time (known as cronic poverty) should be given different policies from those who temporary move out from poverty (transient poverty). Utilizing the 2008, 2009, 2010 Socio Economic Survey (Susenas) panel data, this research examines the poverty dynamics within the regional base which is Bali Province. During the period of 2008 – 2010, about 1,86 percent of total households in Bali suffers cronic poverty. Moreover, in the same period about 8,69 percent of total households in Bali are vulnerable to poverty (transiently poor). Those who cronically poor needs programs that can enhance their human capital such as education and training. Furthermore, those who vulnerable to poverty or transiently poor require programs that can reduce household consumption variability such as cash transfer and insurance. Keywords: poverty dynamics, cronic poverty, transient poverty, vulnerable to poverty PENDAHULUAN Kemiskinan merupakan salah satu persoalan mendasar yang menjadi fokus perhatian pemerintah Indonesia. Berbagai program pengentasan kemiskinan yang dilakukan pemerintah telah menekan jumlah penduduk miskin setiap tahunnya. Namun demikian, berbagai program tersebut belum sepenuhnya mampu memenuhi target pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan. Sebagai gambaran, dalam RPJM *) Email: inna@iuj.ac.jp (Rencana Pembangunan Jangka Menengah) 2004 – 2009 pemerintah menargetkan secara nasional tingkat kemiskinan pada tahun 2009 sebesar 8,2 persen, tetapi berdasarkan pengitungan kemiskinan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) 1 , pada tahun 2009 angka kemiskinan tercatat sebesar 14,2 persen. Belum tercapainya target pemerintah ini berimplikasi bahwa berbagai program pengentasan kemiskinan yang sudah berjalan sampai saat ini belum sepenuhnya berhasil mengangkat kesejahteraan masyarakat miskin untuk keluar dari jurang kemiskinan. 1 BPS menggunakan pendekatan pemenuhan kebutuhan dasar (basic need approach) dalam penghitungan tingkat kemiskinan. JEKT 7 [1] : 7 - 15