Prosiding Seminar Nasional 2019 Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, vol. 2, 2019, ISSN: 2622-0520 Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (SMIPT), 140 26-27 Juli 2019 RESULTAN BERAT BENIH DAN LAMA PERENDAMAN ASAM GIBERELIN (GA3) TERHADAP PERKECAMBAHAN BENIH PADI (Oryza sativa L.) Suherman 1 , Muh. Akhsan Akib 2 , Iradhatullah Rahim 3 , Irda Idris 4 1,2,3,4 Prodi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Parepare Email: suherman.umpar@ymail.com 1 , akhsanbagus@yahoo.co.id 2 , iradhat76@gmail.com 3 , irdaidrisagroteknologi@gmail.com 4 Corresponding author: suherman.umpar@ymail.com Abstrak Padi (Oryza sativa L) merupakan tanaman pangan yang sangat penting setelah gandum dan jagung. Padi merupakan tanaman pangan yang sangat penting karena menghasilkan beras yang merupakan makanan pokok bagi sebagian penduduk Indonesia. Menghasilkan padi yang berproduksi tinggi maka perlu penggunaan benih yang bermutu untuk meningkatkan nilai ekonominya. Mendapatkan benih yang bermutu dilakukan pengujian daya berkecambah benih. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui lama perendaman terbaik pada perkecambahan benih padi (Oryza sativa L), mengetahui berat benih terbaik pada perkecambahan benih padi (Oryza sativa L), mengetahui interaksi antara lama perendaman dan berat benih pada perkecambahan benih padi (Oryza sativa L). Terdapat 9 kombinasi perlakuan dengan 4 ulangan sehingga terdapat 36 unit percobaan. Tiap unit percobaan terdiri dari 100 benih padi, sehingga terdapat 3600 unit pengamatan. Hasil penelitian diperoleh daya berkecambah terbaik pada perlakuan benih berat (>0,025 gram), sedangkan lama perendaman asam giberelin (GA3 ) tidak berpengaruh pada perkecambahan benih padi. Kata kunci : benih padi, asam gibberelin (GA 3 ), berat benih, perkecambahan. PENDAHULUAN Padi (Oryza sativa L) merupakan tanaman pangan yang sangat penting setelah gandum dan jagung. Padi merupakan tanaman pangan yangsangat penting karena menghasilkan beras yang merupakan makanan pokok bagisebagian penduduk Indonesia. Untuk menghasilkan padi yang berproduksi tinggi maka perlu penggunaan benih yang bermutu untuk meningkatkan nilai ekonominya. Untuk mendapatkan benih yang bermutu dilakukan pengujian daya berkecambah benih. Pada evaluasi benih sering terdapat benih yang masih abnormal dan belum berkecambah. Selain itu adanya perbedaan perkecambahan antara ukuran benihnya. Sesuai dengan pendapat Winarno (2011) yang menyatakan bahwa pada perbanyakan secara generatif, masalah utama yang dihadapi adalah lamanya waktu yang diperlukan benih untuk berkecambah. Hal ini disebabkan beberapa faktor antara lain keadaan benih pada awal perkecambahan, permeabilitas kulit benih, dan tersedianya air di sekeliling benih. Pemberian zat pengatur tumbuh pada benih dengan merendamnya dalam larutan giberelin dapat meningkatkan kandungan giberelin internal sehingga perkecambahan dan pertumbuhan bibit yang mulai menurun pada benih dapat diperbaiki. Salah satu jenis hormon tumbuh giberelin adalah GA3 . Sesuai dengan penelitian Wahyuni dkk (2003) pada benih padi hibrida dimana perendaman benih dalam GA3 25 ppm meningkatkan kecepatan tumbuh kecambah benih padi. Invigorasi secara fisik dengan cara pemilahan benih hibrida pada bobot jenis tertentu dapat menghasilkan vigor yang lebih tinggi dan terdapat korelasi positif antara bobot jenis