URGENSI GIZI DAN KESEHATAN PESERTA DIDIK TINGKAT SD/MI SEBAGAI PRASYARAT TERWUJUDNYA GENERASI EMAS Dina Rahma Fadlilah Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Email: drahma89@gmail.com Abstrak: Dalam 100 tahun kemerdekaan Indonesia tahun 2045, Indonesia memperoleh bonus demografi berupa potensi kekayaan sumber daya manusia (SDM) usia produktif. Hal ini menjadi sangat berharga jika dikelola dan dimanfaatkan dengan baik sedari dini. Pengelolaan melalui pendidikan dari jenjang pendidikan dasar (SD/MI) dapat menghasilkan SDM yang berkualitas dan menjadi generasi emas karena memiliki karakter berlandaskan kecerdasan spiritual, emosional, intelektual dan sosial sejak dini yang dapat diteruskan hingga dewasa. Namun, berkarakter tanpa kesehatan tidak ada artinya, karena tanpa kesehatan produktivitas menurun. Pembahasan ini bertujuan untuk mengungkapkan pentingnya pemberian pendidikan gizi guna menciptakan generasi emas yang bukan hanya berkarakter, namun juga sehat. Kata kunci: Gizi dan Kesehatan, SD/MI, Generasi Emas Pendahuluan Bangsa Indonesia akan genap berusia 100 tahun kemerdekaan pada tahun 2045. Selain genapnya usia tersebut, mengutip dari sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2012, diperkirakan pada saat itu Bangsa Indonesia diisi oleh generasi emas, yaitu generasi yang mayoritas berusia produktif, yang sekarang berusia 0-19 tahun dan menjadi peserta didik SD, SMP, SMA bahkan perguruan tinggi, yang karena proses dan hasil pendidikan, mereka memiliki karakter yang baik dan kuat. Generasi emas ini diharapkan dapat membawa Bangsa Indonesia menjadi Bangsa yang lebih baik dan maju di berbagai bidang sehingga mampu mewujudkan masyarakat yang adil berkemakmuran dan makmur yang berkeadilan. Harapan tersebut tidak mungkin terwujud tanpa upaya yang sungguh- sungguh terutama dalam membangun dan mengembangkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. SDM berkualitas adalah sumber daya manusia yang memiliki karakter berlandaskan kecerdasan spiritual, emosional, intelektual dan sosial. Upaya yang sangat penting dan strategis dalam mewujudkan SDM yang berkualitas adalah pendidikan. Selain itu, upaya ini sebaiknya dilakukan sedari dini, yaitu dari jenjang pendidikan dasar (SD/MI), sehingga nilai-nilai yang telah ditanamkan dari SD/MI dapat dilanjutkan ke tingkat selanjutnya. Tanpa kesehatan, SDM yang berkualitas tidak akan berarti karena kesehatan mempengaruhi produktivitas. Dalam proses pembelajaran pun kesehatan merupakan faktor internal yang harus terpenuhi oleh peserta didik. Bardasarkan hal tersebut, kesehatan adalah faktor yang patut diperhatikan dalam membentuk SDM yang berkualitas. Gizi buruk di Indonesia merupakan masalah kesehatan yang sulit diatasi oleh Bangsa Indonesia dan merupakan hambatan dalam membentuk SDM yang