39 Perancangan Sistem Pengendalian Kualitas di Perusahaan Besi Beton Didik Wahjudi 1* , Nelson Sutanto 1 1 Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Kristen Petra Jl. Siwalankerto 121-131, Surabaya 60236, Indonesia * Penulis korespondensi; E-mail: dwahjudi@petra.ac.id ABSTRAK Sebuah perusahaan penghasil besi beton menghadapi masalah kecacatan pada produk akhir dan tidak memiliki sistem pengendalian kualitas yang baik dan terstruktur. Hal ini menyebabkan menurunnya kepuasan pelanggan akibat tingginya kecacatan pada besi beton. Penelitian ini inging mengurangi kecacatan dengan memakai seven quality tools dan failure mode and effects analysis (FMEA) serta merancang sistem pengendalian kualitas. Hasil penelitian menunjukkan setelah melakukan implementasi pengendalian kualitas, kecacatan besi beton di proses kritis dapat diminimalisir. Proses roughing mill mengalami penurunan kecacatan sebesar 37.98%, sedangkan pada proses intermediate mill mengalami penurunan kecacatan sebesar 38.20%. Faktor penyebab utama terjadinya produk cacat adalah faktor mesin (tidak dilakukan perawatan secara berkala), kemudian diikuti faktor manusia, faktor metode dan faktor material sebagai penyebab lain yang dapat menimbulkan kecacatan pada besi beton. Temuan penelitian ini menunjukkan efektifitas dari metode seven quality tools dan failure mode and effects analysis (FMEA) dalam menurunkan kecacatan. Kata kunci: Pengendalian kualitas, besi beton, seven quality tools, failure mode and effect analysis. ABSTRACT A company producing concrete iron is facing the problem of defects in the final products and does not have a good and structured quality control system. This causes a decrease in customer satisfaction due to the high number of defects in the concrete iron. This research aims to reduce defects by using the seven quality tools and failure mode and effects analysis (FMEA) and designing a quality control system. The research results show that after implementing quality control, defects in concrete steel in critical processes can be minimized. The roughing mill process experienced a reduction in defects by 37.98%, while the intermediate mill process experienced a reduction in defects by 38.20%. The main factor causing defective products is the machine (not carrying out regular maintenance), followed by human factors, method, and material factors as other causes that can cause defects in concrete iron. The findings of this study show the effectiveness of the seven quality tools and failure mode and effects analysis (FMEA) in reducing defects. Keywords: Quality control, concrete iron, seven quality tools, failure mode and effect analysis. PENDAHULUAN Perusahaan besi beton P.T. X di kawasan industri Driyorejo, Gresik memproduksi beberapa jenis besi beton dengan menggunakan mesin reheating furnace , roughing mill, intermediate mill, finishing mill dan shear cutting. Produksi besi beton diawali dengan pemanasan bahan baku di reheating furnace dengan temperatur ±1000℃, kemudian di- proses dengan menggunakan roughing mill, inter- mediate mill dan finishing mill. Proses pengerolan ini dilakukan sesuai dimensi yang akan dibentuk, semakin kecil diameter yang akan dibentuk maka proses pengerolannya makin banyak. Setelah proses pengerolan, besi beton akan ditempatkan di cooling bed dan selanjutnya dilakukan proses shear cutting. Setelah selesai proses shear cutting, besi beton akan ditempatkan di Gudang penyimpanan. Permasalahan yang sering terjadi di P.T. X ialah banyaknya keluhan pelanggan yang disebabkan oleh dimensi produk yang tidak konsisten. Dari survei awal didapati beberapa permasalahan, yaitu 1) kua- litas bahan baku tidak homogen, 2) suhu furnace tidak dikontrol, dan 3) proses roughing mill hingga finishing mill tidak dijalankan sesuai dengan standar yang ditetapkan. Bila permasalahan ini diabaikan terus menerus, hal ini akan menimbulkan dampak negatif, yaitu penurunan kepercayaan pelanggan serta penurunan jumlah permintaan terhadap produk P.T. X. Jurnal Teknik Mesin, Vol. 20, No. 2, Oktober 2023, 39-45 DOI: http://doi.org/10.9744/jtm.20.2.39-45 ISSN 1410-9867 print / ISSN 2656-3290 online