Tresa ivani Saskia dan Hanna Mutiara |Infeksi jamur pada penderita diabetes melitus Majority| Volume 4 | Nomor 8| November 2015| 69 Infeksi Jamur pada Penderita Diabetes Mellitus Tresa ivani Saskia, Hanna Mutiara FakultasKedokteran, Universitas Lampung Abstrak Diabetes Melitus adalah suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. Hiperglikemia kronik pada diabetes melitus berhubungan dengan kerusakan jangka panjang, disfungsi atau kegagalan beberapa organ tubuh, terutama mata, ginjal, saraf, jantung dan pembuluh darah. Kulit menjadi salah satu organ yang sering terkena dampak dari diabetes melitus. Manifestasi kulit berupa infeksi menjadi salah satu komplikasi kronik yang sering terlihat pada pasien diabetes melitus. Kadar gula kulit merupakan 55% kadar gula darah pada orang biasa. Pada penderita diabetes, rasio meningkat sampai 69-71% dari glukosa darah yang sudah meninggi. Pada penderita yang sudah diobati pun rasio melebihi 55 %. Gula kulit berkonsentrasi tinggi di daerah intertriginosa dan interdigitalis. Hal tersebut mempermudah timbulnya dermatitis, infeksi bakterial (terutama furunkel), dan infeksi jamur (terutama kandidosis). Keadaan-keadaan ini dinamakan diabetes kulit. Kondisi hiperglikemia juga menyebabkan terjadinya gangguan mekanisme sistem imunoregulasi. Hal ini menyebabkan menurunnya daya kemotaksis, fagositosis dan kemampuan bakterisidal sel leukosit sehingga kulit lebih rentan terkena infeksi. Pada keadaan normal jamur terdapat pada tubuh manusia, namun pada keadaan tertentu, misalnya pada penderita diabetes pertumbuhannya menjadi berlebihan sehingga menyebabkan infeksi. Infeksi biasanya menyerang kulit di daerah lipatan seperti ketiak,bawah payudara,lipat paha atau sering juga pada wanita menyebabkan gatal pada daerah kemaluan dan keputihan.Beberapa penelitian membuktikan adanya hubungan antara infeksi jamur dengan kejadian diabetes mellitus. [Majority. 2015;4(7):1-6] Kata kunci: diabetes melitus, glukosa darah, infeksi, jamur kulit. Fungal Infections in Diabetes Mellitus Abstract Diabetes mellitus is a group of metabolic diseases with characteristic hyperglycemia that occurs due to abnormalities in insulin secretion, insulin action or both. Chronic hyperglycemia in diabetes mellitus is associated with long-term damage, dysfunction or failure of multiple organs, especially the eyes, kidneys, nerves, heart and blood vessels. In addition to these organs, the skin becomes one of the organs that are often affected by diabetes mellitus. Skin manifestations in the form of the infection becoming one of the chronic complications are often seen in patients with diabetes mellitus. Skin sugar levels (glucose skin) is 55% blood sugar (blood glucose) in ordinary people. In people with diabetes, the ratio increases to 69-71% of blood glucose has been rising. In patients who have been treated any ratio exceeds 55%. Sugar high concentrations in the skin and intertriginous areas interdigitalis. That makes it the onset of dermatitis, bacterial infection (especially furuncles), and fungal infections (especially candidiasis). These conditions called diabetic skin. Hyperglycemia conditions also cause interference mechanism imunoregulasi system. This causes a decrease in power chemotaxis, phagocytosis and bactericidal ability of leukocyte cells so the skin is more susceptible to infection. Under normal conditions the fungus found in the human body, but in certain circumstances, for example in diabetics growth becomes excessive, causing an infection. Infection usually affects the skin fold areas such as the armpits, under the breasts, groin or often in women causes itching in the pubic area and whitish. Several studies have shown a link between the incidence of fungal infections with diabetes mellitus. [Majority. 2015;4(7):1-6] Keywords: blood glucose, diabetes mellitus, infection, skin fungus. Korespondensi: Tresa ivani Saskia I tresasaskia@yahoo.co.id Pendahuluan Diabetes Mellitus (DM) merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya. 1 Penyakit ini menjadi salah satu penyakit kronik yang dapat membebani masyarakat baik dari sisi ekonomi maupun kualitas hidup hampir di seluruh dunia. 2 Menurut Powers (2005) dalam Sihombing (2008) 3 , beban ekonomi tersebut bisa berupa biaya perawatan dan produktivitas yang menurun sedangkan beban pada kualitas hidup menyangkut banyak aspek termasuk morbiditas dan mortalitas yang berkaitan dengan komplikasi penyakit tersebut. Diabetes Mellitus menjadi salah satu ancaman utama bagi kesehatan umat manusia pada abad ke-21. WHO memperkiraan bahwa pada tahun 2000 jumlah penderita DM diatas umur 20 tahun berjumlah 150 juta orang dan dalam kurun waktu 25 tahun kemudian, jumlah itu akan membengkak menjadi 300 juta orang. 4 Menurut Powers (2005) 3 kejadian DM