352 Prosiding Seminar Nasional Desain Sosial 2021 Penerapan Elemen Visual Indonesia di Era 70-an dan 80-an sebagai Inspirasi Produk Keramik Peralatan Saji Cindy Fransiska Program Studi Desain Produk, Universitas Agung Podomoro cindy.fransiska@podomorouniversity.ac.id Aloysius Baskoro Junianto Program Studi Desain Produk, Universitas Agung Podomoro aloysius.baskoro@podomorouniversity.ac.id ABSTRAK Fenomena nostalgia marketing telah menjadi tren di kalangan bisnis dan dipergunakan untuk menarik perhatian konsumen secara emosional. Langkah signifkan yang sering dilakukan adalah dengan menawarkan produk bergaya desain retro yang dapat menggerakkan konsumen untuk mendapatkan pengalaman emosional tertentu. Di Indonesia, langkah tersebut dinilai efektif dengan menerapkannya di bidang industri kreatif lokal, salah satunya adalah pada sub sektor kriya seperti keramik dengan berupaya menerapkan gaya retro sebagai nilai tambah. Elemen visual dari era 70- an dan 80-an di Indonesia diyakini juga memiliki daya tarik untuk dijadikan inspirasi dalam pengembangan produk keramik. Penelitian ini ditujukan untuk melihat sejauh mana elemen visual di era tersebut dapat diterapkan dalam proses perancangan produk keramik khususnya produk peralatan saji. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis tinjauan desain untuk menggali elemen-elemen visual Indonesia era 70-an dan 80-an yang khas melalui analisis artefak pada media cetak. Studi literatur dan survei digunakan untuk menggali minat konsumen. Hasil analisis data adalah penggunaan jenis warna yang panas, komposisi tata letak yang mengarah ke atas dan tengah, garis horizontal, vertikal, diagonal, serta bentuk lingkaran dan persegi yang akan diterapkan sebagai konsep desain peralatan saji. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa penerapan elemen visual Indonesia era 70-an dan 80an dapat memberikan nilai lebih pada produk keramik peralatan saji bergaya retro. Kata Kunci: Elemen Visual, Tinjauan Desain, Keramik, Peralatan Saji, Retro PENDAHULUAN Strategi pemasaran yang menitikberatkan aspek emosional, mendorong perusahaan untuk menggali cara baru dalam memasarkan produk. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan kekuatan nostalgia yang dikenal sebagai nostalgia marketing. Sejumlah perusahaan melihat peluang ini dan berlomba memunculkan produk bergaya retro. Perpaduan aspek nostalgia beserta unsur baru dari zaman modern dilakukan untuk merealisasikan hal tersebut (Friedman 2016). Tren retro yang sedang naik daun diperkirakan masih akan terus berlanjut hingga batas waktu yang belum diketahui (Julian 2019). Retro adalah gaya yang diadaptasi dari era 50-an hingga 80-an, dengan menghidupkan kembali ciri dari gaya desain yang populer pada era tersebut (Kurniawan 2017).