Ruang Terapi Okupasi Activities of Daily Living (ADL) Anak Tunadaksa dengan Pendekatan Klasifikasi Gangguan Annisa Vrisna Azzahra 1 , Rinawati Puji Handajani 2 , dan Damayanti Asikin 2 1 Jurusan Arsitektur/Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya 2 Dosen Jurusan Arsitektur/Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya Email: aiiayannisavrisna@gmail.com ABSTRAK Anak tunadaksa adalah anak yang memiliki kelainan pada anggota tubuhnya disebabkan oleh penyakit atau bawaan sejak lahir. Anak tunadaksa yang mengalami gangguan pada tangan dan/atau kaki menjalani program terapi okupasi Activites of Daily Living (ADL) yang lebih rumit dibanding pada anggota gerak lainnya, karena kedua anggota gerak tersebut yang paling sering digunakan pada aktivitas sehari- hari. Seiring dengan bertambahnya usia, anak diupayakan harus mampu beraktivitas sehari-hari dengan mandiri. Oleh karena itu, ruang terapi perlu disesuaikan dengan urgensi kebutuhan anak. Ruang terapi okupasi perlu dirancang dengan seksama supaya anak dapat melakukan aktivitas terapi sendiri dengan nyaman dan aman. Perancangan ruang terapi okupasi ADL menggunakan suatu kriteria desain yang dibuat berdasarkan kebutuhan anak tunadaksa yaitu, jenis klasifikasi gangguan dan antropometri anak sesuai dengan usia. Hasil akhir rancangan ruang terapi okupasi Activites of Daily Living (ADL) untuk anak tunadaksa adalah dengan melakukan pengembangan luasan bangunan untuk memenuhi ruang gerak anak tunadaksa saat beraktivitas. Kata kunci: anak tunadaksa celebral palsy, klasifikasi gangguan, terapi okupasi Activities of Daily Living (ADL) ABSTRACT Disabled children are the children with physical abnormality which caused by disease or congenital defect. Disabled child who impaired the hands and/or feet experience more complicated occupational therapy Activities of Daily Living (ADL) than other limbs, because hands and feet are most frequently used in everyday activities. As they get older, children should be able to be pursued daily activities independently. Therefore, therapy rooms need to be adapted to the urgency of the needs of children. Occupational therapy room needs to be designed conscientiously so that children can do therapy activities on their own in comfort and safety. Design of occupational therapy ADL room uses a design criteria based on the needs of children with cerebral palsy disability, that are disorders classification and anthropometric of children according to age. Results of the final draft of occupational therapy room Activities of Daily Living (ADL) for disabled children is to develop an area of the building in order to fulfill the disabled children’s space needs during the therapy activities. Keywords: child with cerebral palsy, disorders classification, occupational therapy Activities of Daily Living (ADL)