Vol. 6 No. 1 (2023) 141 PENERAPAN KODE ETIK (CODE OF CONDUCT) PERBANKAN TERHADAP PEMEGANG SAHAM DALAM PERSPEKTIF ETIKA BISNIS ISLAM Ali Muhayatsyah 1) , Imam Malik, S.E., M.Si 2) 1 Program Studi Akuntansi Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe Email: muhayatsyah@iainlhokseumawe.ac.id 2 Program Studi Akuntansi Universitas Islam Kebagsaan Indonesia Email: Imam.malik03@gmail.com PENDAHULUAN NEGOTIUM: Jurnal Ilmu Administrasi Bisnis Volume 6, No. 1, 141-155, Juni 2023 ISSN: 2777-0192(e) ABSTRACT This article discusses the application of business ethics in an Islamic context, especially in relation to shareholders of Islamic banks. Business ethics in Islam is rooted in the concept of man's relationship with man, man with his environment, and man with God. The implementation of restrictions on share ownership in Islamic banks as an effort to avoid the dominance of certain parties that can affect bank management. However, the main issue is determining the majority shareholder, and the central bank is still considering this restriction rule. The importance of the bank's code of conduct as an internal ethical guide that guides the relationship between management, employees, and shareholders. This code of ethics includes the principles of good corporate governance, openness, accountability, and responsibility. In the perspective of Islamic business ethics, apply the concept of sustainable development, avoid unethical behavior, and foster mutual trust between strong and weak entrepreneurs. These concepts are essential for creating an ethical and sustainable business environment in Islam. Keyword : Islamic Business Ethics, Shareholders, Islamic Banks ABSTRAK Artikel ilmiah ini membahas tentang penerapan etika bisnis dalam konteks Islam, khususnya dalam hubungannya dengan pemegang saham bank syariah. Etika bisnis dalam Islam berakar pada konsep hubungan manusia dengan manusia, manusia dengan lingkungannya, dan manusia dengan Tuhan. Penerapan Pembatasan kepemilikan saham pada bank syariah sebagai upaya untuk menghindari dominasi pihak tertentu yang dapat memengaruhi manajemen bank. Namun, masalah utama adalah menentukan pemegang saham mayoritas, dan bank sentral masih mempertimbangkan aturan pembatasan ini. Pentingnya kode etik bank (Code of Conduct) sebagai panduan etika internal yang memandu hubungan antara manajemen, karyawan, dan pemegang saham. Kode etik ini mencakup prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik, keterbukaan, akuntabilitas, dan tanggung jawab. Dalam perspektif etika bisnis Islam, menerapkan konsep pembangunan berkelanjutan, menghindari perilaku tidak etis, dan menumbuhkan saling percaya antara pengusaha kuat dan lemah. Konsep- konsep ini penting untuk menciptakan lingkungan bisnis yang etis dan berkelanjutan dalam Islam. Kata Kunci : Etika Bisnis, Islam, Pemegang Saham, Bank Syariah