240 PERUBAHAN MORFOLOGI SUNGAI CODE AKIBAT ALIRAN LAHAR PASCA ERUPSI GUNUNGAPI MERAPI TAHUN 2010 Dian Eva Solikha trynoerror@gmail.com Muh Aris Marfai arismarfai@gadjahmada.edu Abstract Lahar flow as a secondary hazard caused by the Merapi volcano eruption in 2010 have been threatening the Code River .The Code river’s morphology will change when hit by lahar flows. The purpose of this study is to determine the changes of the river morphology due to lahar flows after the eruption of Merapi in 2010 and effect to the physical environment around the river. This study used elevation of the river in 2002 from Departement of Irrigation Center Yogyakarta and elevation taken from field measurement in 2011. Data analysis used spatial analysis, descriptive and comparative.The changes of the river morphology include increase of the riverbase 1- 5 meters. Gradient of the river in 2002 was 0,68 % and 0,52% for 2011. Keywords: river morphology, lahar flows, changes, the Code River Abstrak Aliran lahar sebagai bahaya sekunder pasca erupsi Gunungapi Merapi tahun 2010 masih mengancam Sungai Code. Morfologi Sungai Code akan mengalami perubahan seiring dengan terjangan aliran lahar yang melewatinya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji perubahan morfologi Sungai Code yang terjadi pasca Erupsi Gunungapi Merapi dan dampak perubahannya bagi lingkungan fisik sekitar sungai. Penelitian ini menggunakan data titik ketinggian dasar alur sungai tahun 2002 yang diperoleh dari Balai Pengairan Provinsi DIY dan data titik ketinggian dasar sungai tahun 2011 yang diperoleh dari pengukuran lapangan. Teknik analisis menggunakan analisis spasial, deskriptif dan komparatif. Perubahan profil morfologi Sungai Code antara lain adanya kenaikan dasar sungai berkisar 1 hingga 5 meter. Perubahan gradien sungai tahun 2002 sampai tahun 2011 pada tahun 2002 sebesar 0,68 % dan pada tahun 2011 sebesar 0,52%. Kata kunci: morfologi sungai, aliran lahar, perubahan, Sungai Code, Merapi PENDAHULUAN Sungai memiliki karakteristik yang tercermin pada morfologi sungai. Morfologi sungai pada hakekatnya merupakan bentuk luar yang masih dapat dirinci lagi menjadi morfografi dan morfometri. Sungai akan melakukan penyesuaian terhadap morfologi untuk merespon berbagai macam pengaruh dari alam maupun manusia, sehingga menyebabkan perubahan pada morfologinya. Gunungapi Merapi mengalami letusan pada tanggal 26 Oktober 2010 dan mengeluarkan awan panas serta material piroklastik. Beberapa kejadian letusan terus terjadi dan terus mengeluarkan jumlah material piroklastik yang sangat besar. Meskipun bahaya primer telah berhenti, namun potensi bahaya sekunder masih mengancam. Aliran lahar yang hingga kini masih sering terjadi merupakan pengaruh besar terhadap dinamika sungai, terutama sungai-sungai yang berhulu di Gunungapi Merapi (Rovicky, 2010). Meskipun erupsi Gunungapi Merapi telah usai, namun ancaman bahaya sekunder masih saja menghantui warga yang bermukim di bantaran sungai tak terkecuali di Sungai Code. Sungai Code yang tepat berada di Kota Yogyakarta tak luput dari terjangan banjir lahar (Malau, 2010). Pada aliran sungai terjadi proses pengikisan material batuan tebing sungai akibat kuatnya terjangan lahar yang mampu mengikis batuan yang dilewatinya. Proses pengikisan di brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Jurnal Bumi Indonesia