Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes ------------------------- Volume VIII Nomor 2, April 2017 ISSN 2086-3098 (p) -- ISSN 2502-7778 (e) 87 Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes ------ http://forikes-ejournal.com/index.php/SF HUBUNGAN KADAR ADIPONEKTIN SERUM MATERNAL DENGAN BERAT BADAN DAN PANJANG BADAN BAYI BARU LAHIR Lenny Nainggolan (Poltekkes Kemenkes Medan) Arni Amir, (Fakultas Kedokteran Universitas Andala) Ulvi Mariati (Poltekkes Kemenkes Padang) ABSTRAK Adiponektin merupakan hormon yang disekresi oleh jaringan adiposa, berperan dalam regulasi pertumbuhan janin melalui modulasi nutrisi plasenta. Obesitas merupakan salah satu faktor yang dapat menurunkan kadar adiponektin. Kadar adiponektin maternal yang rendah diperkirakan berkaitan dengan peningkatan pertumbuhan janin. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan kadar adiponektin serum maternal dengan berat badan dan panjang badan bayi baru lahir. Desain penelitian adalah analitik potong lintang, observasional terhadap 40 orang ibu hamil di RSUD. dr. Rasidin Padang dan RS. dr. Reksodiwiryo Padang dengan teknik pengambilan sampel secara consecutive sampling. Pemeriksaan kadar adiponektin dilakukan di laboratorium Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dengan metode ELISA. Uji normalitas data dengan Saphiro wilk, analisis statistik menggunakan uji korelasi Pearson.Rerata kadar adiponektin serum maternal adalah 0,1753 ± 0,007µg/mL, rerata berat badan bayi adalah 2971,25 ± 424,10 g, rerata panjang badan bayi adalah 47,55 ± 1,75 cm. Terdapat korelasi negatif yang kuat dan signifikan antara kadar adiponektin serum maternal dengan berat badan bayi baru lahir (r=-0,679; p<0,05). Terdapat korelasi negatif yang sedang antara kadar adiponektin maternal dengan panjang badan bayi baru lahir (r=-0,567; p<0,05). Kesimpulan penelitian adalah kadar adiponektin maternal yang rendah cenderung untuk meningkatkan berat badan dan panjang badan bayi baru lahir. Kata kunci: Adiponektin, Berat Badan, Panjang Badan, Bayi Baru Lahir PENDAHULUAN Obesitas merupakan penyakit kronis yang umum terjadi dan telah mencapai proporsi epidemi di negara berkembang dan negara maju. Prevalensi kegemukan dan obesitas pada usia reproduksi mencapai 29% (Ogden, 2006). Wanita yang mengalami obesitas di Inggris sekitar 6,5% setiap tahunnya (CMACE, 2010) dan kejadian obesitas wanita dewasa (>18 tahun) di Indonesia juga cukup tinggi yaitu 32,9% (Kemenkes RI, 2013). Obesitas dan kelebihan berat badan juga terjadi pada sebagian ibu hamil. Prevalensi ibu hamil yang mengalami obesitas di seluruh dunia sebesar 4% (WHO, 2014). Obesitas pada ibu hamil berisiko terjadinya pertumbuhan janin yang lebih besar dan hal ini berpotensi melahirkan anak dengan berat badan lahir lebih besar dari normal (Siega-Riz, 2009). Bayi yang lahir dengan berat badan lebih memiliki risiko obesitas pada anak di kemudian hari. Archives of Pediatrics & Adolescent Medicine mengemukakan bahwa apabila bayi mengalami kenaikan lebih dari 2 persentil pertumbuhan sebelum berusia 2 tahun, akan meningkatkan risiko obesitas pada usia 5 tahun dan tetap berisiko sebanyak 75% saat usia 10 tahun. World Health Organization memperkirakan 42 juta jiwa anak di bawah lima tahun memiliki berat badan lebih dan 35 juta jiwa diantaranya berada di negara berkembang. Risiko lain yang dapat ditimbulkan oleh bayi dengan berat badan lahir lebih (BBLL) adalah semakin tingginya kejadian distosia bahu dan persalinan sectio caesaria. Salah satu faktor yang dapat mengakibatkan terjadinya berat lahir lebih pada bayi adalah faktor nutrisi maternal. Keadaan gizi ibu saat hamil memiliki kontribusi dalam pertumbuhan janin intrauterin (Gaccioli, 2013). Peningkatan berat badan ibu saat hamil adalah hal yang penting diperhatikan karena ibu hamil dengan penambahan berat badan berlebih/obesitas cenderung mengalami hipertropi jaringan adiposa sehingga akan mempengaruhi sekresi dari beberapa adipokin. Adiponektin merupakan salah satu adipokin yang disekresi oleh jaringan adiposa (Mazaki-Tovi, 2007; Aye, 2012) dan berfungsi sebagai regulator kunci sensitivitas insulin, memiliki potensi anti diabetes, anti atherosklerotik, dan anti