Jurnal Ilmiah Mandala Education http://ejournal.mandalanursa.org/index.php/JIME/index Terakreditasi Peringkat 4 (No. SK: 36/E/KPT/2019) Vol. 6. No. 2. Oktober 2020 p-ISSN: 2442-9511 e-ISSN: 2656-5862 Jurnal Ilmiah Mandala Education | 474 Pengembangan Petunjuk Praktikum Bioteknologi Berbasis Guided Inquiry untuk Peserta Didik SMA di Kabupaten Sumbawa Barat Sahratullah 1 , Fitri Rahmawati 2 12 Dosen Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Cordova Email: 10fitri.rahma@gmail.com Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan petunjuk praktikum berbasis guided inquiry untuk peserta didik SMA di Kabupaten Sumbawa Barat. Penelitian pengembangan ini menggunakan model 4D yang dibatasi sampai tahapan 3D (Develop) yaitu proses validasi ahli (konstruk dan isi) oleh dua validator dan uji keterbacaan oleh peserta didik agar hasil pengembangan dapat diterapkan lebih lanjut dalam proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan hasil validasi ahli dari dua validator adalah “sangat valid” dengan nilai rerata skor 3,35 dan persentase sebesar 88,75% dan kriteria “sangat baik”. Serta hasil yang menunjukkan nilai persentase sebesar 80,47% dan kriteria “mudah” untuk uji keterbacaan oleh 24 sampel peserta didik kelas XII IPA 1 SMAN 1 Jereweh. Sehingga petunjuk praktikum bioteknologi berbasis guided inquiry dapat diimplementasikan dalam proses pembelajaran untuk peserta didik SMA di Kabupaten Sumbawa Barat. Kata kunci: Pengembangan, Petunjuk Praktikum, Guided Inquiry, Kabupaten Sumbawa Barat. PENDAHULUAN Proses pengubahan sikap dan perilaku melalui upaya pengajaran dan pelatihan baik itu perorang atau sekelompok orang dalam usaha untuk mendewasakan manusia disebut pendidikan (Muhibbin, 2009) [1] . Pendidikan diharapkan mampu mendukung pembangunan di masa mendatang dengan mengembangkan potensi peserta didik untuk memecahkan masalah (Trianto, 2010) [2] . Potensi peserta didik untuk memecahkan masalah dapat dikembangkan melalui model pembelajaran yang tepat. Model pembelajaran inkuiri terbimbing (guided inquiry) merupakan model pembelajaran yang sesuai untuk mengembangkan keterampilan intelektual dan keterampilan keterampilan lainnya, seperti mengajukan pertanyaan dan menemukan (mencari) jawaban yang berasal dari keingintahuan mereka (Tangkas, 2012) [3] . Tahapan pembelajaran guided inquiry meliputi beberapa fase diantaranya adalah (1) Perumusan masalah. Pada fase ini guru membimbing peserta didik melakukan kegiatan merumuskan masalah dan membagi peserta didik ke dalam beberapa kelompok yang heterogen. (2) Membuat hipotesis. Pada fase ini guru meminta peserta didik mengajukan jawaban sementara tentang masalah sebelumnya, serta membimbing peserta didik dalam menentukan hipotesis. (3) Merancang percobaan. Pada fase ini guru memberikan kesempatan pada peserta didik untuk menentukan langkah-langkah percobaan (sesuai dengan hipotesis) yang akan dilakukan. Selain itu guru juga membimbing peserta didik dalam menentukan langkah-langkah percobaan. (4) Melakukan percobaan untuk memperoleh data. Pada fase ini guru membimbing peserta didik mendapatkan data melalui percobaan dan pengamatan langsung. (5) Mengumpulkan dan menganalisis data. Pada fase ini guru memberikan kesempatan kepada tiap kelompok untuk mengumpulkan dan menganalisis data hasil percobaan. (6) Membuat kesimpulan. Pada fase ini guru membimbing peserta didik dalam membuat kesimpulan berdasarkan data yang telah dianalisis (Nuryani dan Rustaman, 2005) [4] . Penemuan terbimbing (guided inquiry) yang dilakukan oleh peserta didik dapat menggunakan perangkat pembelajaran berupa petunjuk praktikum. Perangkat pembelajaran yang digunakan harus sesuai dengan model pembelajaran guided inquiry melalui proses pengembangan. Menurut Thiagarajan, dkk (1974) [5] model pengembangan 4D terdiri dari