J-PAL, Vol. 3, No. 1, 2012 ISSN: 2087-3522 E-ISSN: 2338-1671 19 Pengelololaan Lahan dan Budidaya Tanaman Lahan Terdampak Lumpur Marine Sidoarjo Mochamad Thohiron 1,2 , Heru Prasetyo 1,2 1 Program Studi Kajian Lingkungan dan Pembangunan, Program Pascasarjana, Universitas Brawijaya, Malang 2 Jurusan Agroteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Wijaya Kusuma Surabaya Abstrak Makalah ini menjelaskan bagaimana upaya memperbaiki kesuburan tanah pada lahan terdampak lumpur marine, melalui rehabilitasi lahan dan budidaya tanaman. Salinitas dan toksisitas unsur dalam lumpur Marine Sidoarjo telah mendegradasi kesuburan fisik, kimia dan biologi tanah. Luapan lumpur menyebabkan lapisan tanah atas tertimbun lumpur dan menghancurkan petak sawah, sarana-prasarana irigasi, vegetasi dan tanaman pertanian. Salinitas dan toksisitas mengakibatkan berkurangnya hasil tanaman dan produktivitas pertanian. Analisa laboratorium menunjukkan bahwa material ini bersifat salin-sodik, dengan EC ≥ 14 dS m-1 dan ESP > 1%. Peningkatan konsentrasi garam-garam Ca, Mg, dan Na dalam air irigasi dapat menyebabkan Ec tanah meningkat. Senyawa CaCO3 dan CaSO4 terbentuk pada Ec tanah 4mS/cm, DHL >4 dS/m tergolong pada sifat saline. Unsur-unsur toksik dalam lumpur marine adalah Na, Al, Fe dan Cl. Tingginya Na-dd dalam tapak jerapan dapat diturunkan dengan aplikasi Ca amandemen. Aplikasi 6-8 ton/ha gypsum dapat menurunkan kadar Na-tanah yang tinggi. Tanaman mempunyai kisaran toleransi tertentu terhadap perubahan bahkan cekaman lingkungan untuk selanjutnya dapat beradaptasi, termasuk pada cekaman salinitas. Kondisi actual biofisik dan kimia lahan sawah terdampak memerlukan upaya pengelolaan lahan dan sistem budidaya tanaman secara tepat agar dicapai produksi tanaman yang optimal. Kata Kunci: Pengelolaan Lahan, salinitas, toksisitas, lumpur marine, amandemen, cekaman Abstract This paper describes how efforts to improve soil fertility in the lands affected by marine mud, through the land rehabilitation and crop cultivation. Salinity and element toxicities in Sidoarjo mud Marine has degraded the physical , chemical and biological properties of soil. Mudflow caused topsoil silted and destroy rice terraces, irrigation infrastructures, vegetation and agricultural crops. Salinity and toxicity resulting in reduced crop yields and agricultural productivity . Laboratory analysis indicates that this material is saline - sodic , with EC ≥ 14 dS m - 1 and ESP > 1% . Increased concentrations of salts Ca , Mg , and Na in irrigation water can cause increased soil Ec. CaCO3 and CaSO4 compounds are formed on land with the Ec = 4mS/cm; DHL > 4 dS / m belong to the saline nature . Toxic elements in marine mud are Na , Al , Fe and Cl . The high Na-dd in adsorption complexes can be reduced by application of Ca amendment . Application of 6-8 tonnes / ha gypsum can reduce levels of Na in soil. Plants have a certain tolerance range to the change and stress of environment , including the salinity stress . Actual condition of the biophysical and chemical of sawah land requires management efforts and cultivation system accurately to achieve optimum crop production. Keywords : Land Management, salinity, toxicity, marine mud, amendment, stress PENDAHULUAN * Bagian Lumpur secara umum adalah unsur bumi yang memiliki sifat terapeutik. Setiap wilayah di bumi menghasilkan lumpur yang unik sesuai kondisi geografisnya. Lumpur terdiri dari kombinasi tanah, debu, liat dan air serta kaya vitamin maupun mineral. Berbagai jenis lumpur ditemukan diantaranya adalah: Lumpur Laut Mati (Dead Sea Mud), Lumpur Moor (Moor Mud), Lumpur Vulkanik California (Volcanic Mud Bath * AlamatKorespondensi Mochamad Thohiron Email : elfahdbram@yahoo.co.id Alamat : Perum TAS 4 B1 No. O9 Sidoarjo Calistoga California), Lumpur Great Salt, Lumpur Hungaria Wellness, Lumpur Ischia Italia, Lumpur Bad Wilsnack Jerman, Lumpur Multani Mitti India, dan yang terakhir adalah lumpur Sidoarjo atau disebut lumpur marine. Luapan lumpur Marine Sidoarjo telah menimbulkan dampak secara langsung maupun tidak langsung yang berdampak besar terhadap kondisi fisik, kimia dan biologi tanah. Secara langsung, luapan lumpur menyebabkan lapisan tanah tertimbun lumpur marine, dan menghancurkan petak sawah, sarana prasarana irigasi dan pertanian lainnya. Luapan lumpur marine tersebut juga menghacurkan berbagai vegetasi, termasuk tanaman pertanian. Lumpur