MAKNA DAN NlLAl TUTURAN RITUAL LEWAK TAP0 PADA KELOMPOK ETNlK LAMAHOLOT Dl PULAU ADONARA, KABUPATEN FLdRES TlMUR Simon Sabon Old IbyWbrdr: r> _ 4 ; f PENGANTAR dengan Roh Lelwhur yang marekarxmbut ina u-a, pub m, mbn pulm ialah tuturan ritual b w k tapo [IYwak t a p ] d m ujung timur Pulau Flores. Kata (iewak'bdah', taPQ 'kela~'). brdiri dari dua kata, yakni dari kata Ritualiewak tapo mempunyaituturan yang ma dan w. lama disejaja- &ngan merupakan media komunikasi dengan Rera wilayahtkawasan, sedangkan kata holot VVuian Tans Ekan [ryra wulan tiam &an] dari kab &aria J antara fwem 'Pencipta Langit dan Bumi', atau disebut juga end yang umum m u dt&m Ina Ama Kodsl Kewokot[In@ am koda kYwo- sa F m(tihat fm- 1 m: kot] 'leluhur'. Komunikasid q a n dri inbdoku- berarti tmbuhan sejsnis sqrgurn. tor &au pdibat yang tidak tampak ituseakan- da etimologis terssbut, kata lamh- akan merupakan komunikasi wtu mh. DaJam ndung arti 'kawasan yang banyak kontekskeyakinantradisi responatauJaw'BBan mitra tutur berupa hasildari prcwes lewaktapo. mpok etnik ini mediki tuturan ritual Ritualiewakt a p dimaksudkan untuk men- gaimana kelompok etnik lainnya. Tuatran cad bhu sebab-sekrab kematian weorang. bahasa ritualtersebutdigunakanwbagai Omng Lamahdotmempunyaikeyakiin bahwa media komunikasi dsngan Tuhan pry tmWa swxmngl y a q meninggal sebelum usia tua, -bbf dengan Rera Wulan Tam Ekan dan dam hal hi rneninggal karenakecelakaanatau $7 i . ' F 8W pengajar FKlP Jwusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Nusa Cendana,